Kemarin, kecelakaan KRL di Bekasi hingga kekerasan anak di daycare

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Beberapa peristiwa humaniora terjadi di Tanah Air di sepanjang hari Senin (27/4), antara lain Basarnas kerahkan tim BSG tangani tabrakan KRL di Bekasi hingga Menteri PPPA kecam kekerasan terhadap anak di daycare Yogyakarta

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.

Basarnas kerahkan tim BSG tangani tabrakan KRL di Bekasi

Basarnas mengerahkan personel elit Basarnas Special Group (BSG) untuk menangani kecelakaan kereta yang melibatkan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isroedin saat dihubungi di Jakarta, Senin malam, mengonfirmasi bahwa tim khusus tersebut sudah bergerak menuju lokasi untuk memperkuat tim dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi.

"Ya, personel Basarnas Special Group menuju lokasi mendampingi personel dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi," kata dia.

Selengkapnya baca di sini

Sejumlah penumpang luka-luka dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi

Sejumlah penumpang mengalami luka-luka dalam insiden kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang didapat, CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak CommuterLine.

"CommuterLine mengalami hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi naik oleh petugas," kata penumpang selamat Heri di lokasi.

Selengkapnya baca di sini

Kronologis kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur

Salah satu penumpang selamat, Munir, menceritakan kronologis kecelakaan kereta api antara CommuterLine dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB.

Ia mengatakan peristiwa itu berawal saat CommuterLine yang ia tumpangi berhenti di jalur 1, Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, CommuterLine melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang.

"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya di lokasi, Senin petang.

Selengkapnya baca di sini

Baru 30,7 persen daycare kantongi izin

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat bahwa sekitar 44 persen daycare di Indonesia belum memiliki izin atau legalitas, dan hanya 30,7 persen yang memiliki izin operasional.

"Kualitas layanan masih menjadi tantangan besar. Sekitar 44 persen belum memiliki izin atau legalitas, dan hanya 30,7 persen yang memiliki izin operasional," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi di Jakarta, Senin.

Sementara itu, baru 12 persen daycare yang memiliki tanda daftar dan 13,3 persen berbadan hukum.

Selengkapnya baca di sini

Menteri PPPA kecam kekerasan terhadap anak di daycare Yogyakarta

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengecam keras kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare (tempat penitipan anak) di Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.

"Kami menyampaikan simpati mendalam kepada anak-anak korban dan keluarga yang terdampak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditawar. Setiap bentuk kekerasan pada anak adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apapun. Negara harus hadir memastikan korban terlindungi dan pelaku diproses sesuai hukum," kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi di Jakarta, Senin.

Selengkapnya baca di sini

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.