Acha lakukan riset untuk dalami peran dalam “Suamiku Lukaku”

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Aktris Acha Septriasa mengakui banyak melakukan riset mengenai tokoh yang ia perankan dalam film “Suamiku Lukaku”.

Pemeran Amina ini mengakui bahwa salah satu persiapan yang ia lakukan adalah mendalami isu yang diangkat penulis yakni persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tertinggi yakni di kota Pangkal Pinang.

“Persiapan aku ya aku harus tau banget riset yang dilakukan oleh penulis sebenarnya apa yang terjadi di salah satu kota yang tinggi kekerasannya yaitu adalah Pangkal Pinang dalam hal kekerasan rumah tangga ya,” kata Acha saat berkunjung ke Kantor Berita Antara di Jakarta, Senin.

Dengan demikian, kata dia, ia bisa memahami kondisi psikologis dari Amina.

Baca juga: Acha Septriasa-Baim Wong akan bintangi film "Suamiku Lukaku"

“Jadi aku banyak baca skripnya banyak juga baca-baca buku tentang mental health. Juga aku banyak berdialog dengan Baim Wong lawan main aku,”tambah dia.

Beradu peran dengan Baim Wong yang menjadi suaminya dalam film itu, Acha mengaku tidak memiliki kesulitan. Pasalnya ia telah mengenal Baim Wong sejak lama.

Kalau Baim itu kan orangnya emang sosial banget ya dan cair banget.

Baca juga: Acha Septriasa alami pecah pembuluh darah syuting film Suamiku Lukaku

“Dia itu memang adalah temen aku dari tahun 2009 kali ya. Jadi memang karena kita udah kenal kurang lebih 16 tahunan semuanya tuh terasa mudah karena memang komunikasinya udah lancar,” katanya.

Kehadiran Baim yang berperan sebagai Irfan ini menurutnya justru membuat aktingnya semakin natural.

Di sisi lain, ia menceritakan bahwa tokoh Amina adalah sosok perempuan yang disebutnya kerap menerima kekerasan saat menikah dengan Irfan.

Baca juga: Baim Wong cerita adu akting dengan Acha Septriasa di "Suamiku Lukaku"

Selain itu, Amina juga terbiasa melihat sang ibu menerima perlakuan tidak menyenangkan dari sang ayah.

Usut punya usut, Amina lantas dipaksa menikah dengan Irfan, padahal Amina belum berkeinginan menikah.

“Tapi karena dipaksa sama papanya untuk dapat calon laki-laki idaman papanya, dia akhirnya terpaksa menjalani rumah tangga,” jelasnya.

Baca juga: Bermula dari sastra, Acha lantas miliki ketertarikan pada film

Film ini menceritakan mengenai isu yang terjadi di Indonesia. Kehadiran film ini diharapkan meningkatkan kesadaran bagi masyarakat Indonesia mengenai tindak kekerasan dalam rumah tangga agar tidak kembali terjadi.

“Banyak perempuan Indonesia yang mengalami kekerasan sayangnya di dalam rumah tangganya, dan aku pengen meningkatkan kesadaran tentang kekerasan domestik. Supaya orang-orang juga bisa keluar dari belenggu hubungan beracun,” tambah dia.

Ibu satu anak ini juga mengakui bahwa ia tertarik dengan cerita yang dihadirkan sehingga mau ambil bagian dalam film garapan sutradara Sharad Sharan dan Viva Westi yang dijadwalkan akan tayang mulai 27 Mei 2026.

Baca juga: Acha Septriasa perluas kiprah lewat peran baru di sektor produksi film

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.