Jakarta (ANTARA) - PT Astra International Tbk (Astra) mereposisi strategi bisnis dengan memperkuat fokus pada tiga bisnis utama, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan untuk mendorong pertumbuhan dan penciptaan nilai jangka panjang.
Presiden Direktur Astra Rudy mengatakan langkah tersebut dilakukan seiring perubahan dinamika pasar dan hasil tinjauan strategis perusahaan menjelang perjalanan tujuh dekade Astra.
“Secara keseluruhan, strategi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal yang menghasilkan pertumbuhan laba serta nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Rudy dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Menurut dia, ketiga bisnis utama tersebut selama ini menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja perusahaan dengan porsi sekitar 90 persen terhadap laba Astra.
Rudy mengatakan bisnis otomotif akan terus diperkuat melalui pengembangan seluruh ekosistem, mulai dari penjualan kendaraan baru dan bekas, suku cadang, layanan purna jual, hingga jaringan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, bisnis jasa keuangan akan difokuskan pada optimalisasi potensi ekosistem melalui berbagai produk dan layanan untuk beragam segmen pelanggan.
Baca juga: Astra komitmen perkuat pengembangan kepemimpinan perempuan
Adapun pada bisnis alat berat dan solusi pertambangan, Astra akan memperkuat ekosistem rantai pasok pertambangan serta mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
Selain tiga bisnis utama tersebut, Astra juga akan menjalankan strategi pengembangan portofolio bisnis lainnya dengan menekankan keselarasan strategis dan kemitraan jangka panjang.
Perusahaan memperkuat disiplin dalam alokasi modal melalui belanja modal pemeliharaan, investasi bernilai tambah, pembayaran dividen yang konsisten, serta pelaksanaan pembelian kembali saham (share buyback) pada tingkat valuasi yang tepat.
Berdasarkan paparan data perseroan, selama periode 2015 hingga 2025, laba bersih Astra meningkat lebih dari dua kali lipat dari Rp15 triliun menjadi Rp33 triliun atau tumbuh 126 persen.
Pada periode yang sama, dividen kepada pemegang saham meningkat 245 persen dari Rp113 per saham menjadi Rp390 per saham.
Dalam aspek sumber daya manusia, Astra menyebut terus memperkuat pengembangan karyawan melalui penciptaan lingkungan kerja yang berkelanjutan.
Perusahaan saat ini didukung lebih dari 190 ribu karyawan serta ratusan ribu karyawan dari mitra Astra.
Di bidang sosial, Astra terus menjalankan program Desa Sejahtera Astra yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan.
Saat ini terdapat lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra di 35 provinsi dengan penerima manfaat lebih dari 3 juta orang.
Baca juga: Astra International cetak laba bersih Rp5,85 triliun di kuartal I-2026
Baca juga: RUPST Astra tetapkan dividen Rp15,7 T dan angkat Rudy jadi Presdir
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·