Ada 13 Sumur Migas di Area Transmigrasi Kaltim, Cadangan Hampir 1 Juta Barel

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi pengeboran PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Foto: PHE

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menemukan potensi 13 sumur migas baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Cadangan minyak yang ditemukan sebesar 0,96 juta barel atau nyaris 1 juta barel.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan 13 sumur tersebut merupakan sumur baru yang nantinya akan dibor oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik, untuk minyaknya 1 juta barel,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (5/5).

Salah satu dari 13 sumur tersebut adalah sumur pengembangan MUT-346 OS HZ dengan target laju produksi sebesar 7,3 juta kaki kubik gas per hari. Adapun proyeksi cadangan gas di sumur tersebut sebesar 3,6 miliar kaki kubik gas. 1 juta kaki kubik gas setara dengan 1.000 MMBTU.

Dengan asumsi harga gas 7,7 dolar AS per MMBTU pada 2026–2031 dan nilai tukar dolar terhadap rupiah Rp 17 ribu, diperkirakan nilai cadangan tersebut setara dengan Rp 471 miliar.

Pendapatan kotor dari pengembangan sumur tersebut diperkirakan sekitar Rp 355 miliar, dan kisaran pendapatan pemerintah berada di angka Rp 87 miliar setelah pajak.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menghadiri ruang rapat Komisi XII DPR, Rabu (12/11/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko Siswanto.

Di luar dari 13 sumur baru tersebut, saat ini PHSS telah mengelola 79 sumur yang berlokasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Transmigrasi dalam pemanfaatan lahan transmigrasi untuk kegiatan eksplorasi produksi migas.

“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mencari minyak di luar pun tidak mudah, kalaupun ada juga harganya mahal. Ini sangat strategis,” kata Djoko.

instagram embed