Pegiat media sosial Ade Armando resmi mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Selasa (5/5/2026) setelah dilaporkan oleh 40 organisasi masyarakat Islam ke pihak kepolisian. Langkah ini diambil karena adanya dugaan pemotongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Keputusan pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Ade Armando dalam konferensi pers bersama Ketua Harian PSI Ahmad Ali di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat. Dilansir dari Detikcom, pengunduran diri ini bertujuan agar permasalahan hukum yang menjeratnya tidak berdampak buruk pada citra partai.
"Melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," kata Ade Armando, Pegiat Media Sosial.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, memberikan pernyataan terkait sikap internal Ade Armando terhadap partainya. Ia menilai keputusan tersebut merupakan hak pribadi sang pegiat media sosial agar organisasinya tidak terseret dalam kasus hukum yang sedang berjalan.
"Kalau soal pengunduran diri Ade Armando dari partainya, itu masuk ranah internal beliau. Yang konon karena tidak mau partainya disangkut pautkan," kata Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla pada Rabu (6/5/2026).
Husain juga menjelaskan bahwa saat ini proses hukum sepenuhnya berada di tangan kelompok pelapor yang terdiri dari puluhan ormas Islam. Pihaknya menyerahkan kelanjutan perkara tersebut kepada mekanisme yang berlaku di kepolisian.
"Adapun laporan soal video ceramah Pak JK, yang melibatkan Ade Armando dkk, dilakukan oleh 40 Ormas. Jadi saat ini yang berurusan adalah para pelapor dari ormas Islam dan kelompok kelompok lainnya dengan Ade Armando. Kita tunggu saja bagaimana proses hukumnya berjalan," ucap Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla.
Pihak Jusuf Kalla berharap insiden ini menjadi peringatan keras bagi publik dalam menyebarkan informasi di ruang digital. Husain menegaskan bahwa tindakan manipulasi informasi untuk tujuan tertentu harus dihentikan demi menjaga integritas komunikasi publik.
"Karena itu ini pelajaran buat siapapun. Bukan hanya kepada Ade Armando. Bahwa praktik-praktik pembohongan publik seperti itu yang menyerupai praktik agitasi dan propaganda yang bertujuan menggiring opini sesat, untuk pembunuhan karakter terhadap seseorang, hendaknya dihentikan," ujarnya Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla.
Lebih lanjut, Husain menyayangkan adanya upaya pembentukan narasi negatif terhadap Jusuf Kalla yang selama ini dikenal aktif dalam misi perdamaian. Ia menganggap konten yang dipermasalahkan tersebut sangat merugikan reputasi sosial yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
"Bayangkan bagaimana seseorang yang selama ini dijuluki Juru Damai seperti Pak JK, di-framing menistakan agama membuat kegaduhan. Padahal yang diperjuangkan Pak JK selama bertahun-tahun adalah menjaga toleransi harmoni dan perdamaian. Daya rusaknya keterlaluan. Dia seperti berusaha menghilangkan legacy dan investasi sosial yang bertahun-tahun dibangun oleh Pak JK," tegas Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·