Pemerintah Amerika Serikat dan Iran mulai mengkaji proposal baru pada Rabu (6/5/2026) guna mengakhiri konflik bersenjata yang telah mengganggu pasokan energi global. Langkah diplomatik ini diambil Presiden Donald Trump sebagai upaya keluar dari krisis yang memicu lonjakan inflasi serta tekanan politik domestik menjelang pemilu paruh waktu.
Washington telah menyodorkan nota kesepahaman (MoU) satu halaman yang merinci rencana pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap serta pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Rencana sensitif ini juga mencakup prospek negosiasi mendalam terkait program nuklir Teheran pada tahap selanjutnya.
Inisiatif perdamaian ini muncul setelah Presiden Trump menangguhkan misi pengawalan kapal komersial di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Tekanan kian meningkat karena Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pekan depan, di tengah melambungnya harga bensin di AS yang kini mencapai US$4,50 per galon.
"terlalu dini" aku Presiden AS Donald Trump, mengenai kemungkinan pembicaraan tatap muka untuk meresmikan perjanjian tersebut kepada New York Post.
Melalui media sosial miliknya, Trump memberikan penegasan bahwa kampanye militer akan dihentikan jika Iran memenuhi kesepakatan, namun ia tetap menyisipkan peringatan keras terkait kelanjutan aksi pemboman jika negosiasi gagal.
"dengan asumsi Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar," tulis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Narasi bernada ancaman kembali ditegaskan sang Presiden dalam unggahan yang sama untuk menekan pihak Teheran agar segera mengambil keputusan diplomatik.
"Jika mereka tidak setuju, pemboman dimulai kembali." tambah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Respons dari pihak Iran diperkirakan akan disampaikan melalui mediator Pakistan dalam waktu dekat, meskipun media pemerintah setempat menganggap beberapa poin dalam tawaran AS tidak realistis. Sementara itu, Israel menyatakan kekhawatiran terhadap rencana ini dan menuntut pembubaran total program nuklir serta milisi proksi Iran.
Pasar global menunjukkan reaksi positif dengan penguatan indeks saham, sementara harga minyak mentah Brent turun ke level US$101,27 per barel pada penutupan Rabu. Saat ini, pemerintah Israel dilaporkan terus berkoordinasi dengan pejabat AS untuk mendalami rincian proposal yang dapat mengubah peta stabilitas di Timur Tengah tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·