Jakarta -
Adik Ammar Zoni, Aditya Zoni, mengaku kaget mengetahui kabar sang kakak kembali dipindahkan keNusakambangan usai menjalani sidang di Jakarta dan divonis tujuh tahun penjara.Aditya mengatakan perpindahan itu terjadi secara mendadak sehingga membuat keluarga terkejut dan khawatir dengan kondisiAmmar di sana.
"Ya kagetlah, kagetlah. Apalagi kan mendadak ya. Mendadak jadinya kita kagetlah untuk tahu dipindahin lagi ke NK. Jadi doa saya sih supaya Bang Ammar itu kuat di sana dulu. Kita upayakan segala caralah untuk bagaimana caranya balik lagi ke sini gitu," kata Aditya Zoni di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (12/5/2026).
Meski demikian, keluarga disebut masih memiliki harapan agar Ammar Zoni bisa kembali dipindahkan ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insyaallah masih ada kesempatan ya. Yang di sini kita berjuang, keluarga berjuang supaya Bang Ammar dikembalikan lagi. Ya mudah-mudahanlah, doain saja teman-teman semuanya, netizen-netizen, support keluarga kami teruslah," ujarnya.
Aditya mengaku sangat khawatir dengan kondisi mental dan kesehatan kakaknya selama berada di Nusakambangan. Menurutnya, Ammar hanya seorang pengguna narkoba dan seharusnya menjalani rehabilitasi.
"Takut banget, takut Bang Ammar kenapa-napa, mentalnya seperti apa, psikisnya gimana. Ya kalau menurut saya sih sebagai adik, Bang Ammar bukan pengedar. Ya Bang Ammar hanya salah jalan, hanya pengguna. Jadi memang harus direhabilitasi, bukan dibawa ke sana gitu lho. Jadi ya kecewa sekalilah saya," ungkapnya.
Aditya juga menceritakan kondisi yang sempat dikeluhkan Ammar selama berada di Nusakambangan. Ia menyebut sang kakak merasa tidak nyaman karena ruang tahanan yang sempit dan minim akses keluar sel.
"Kalau sesuai dengan ceritanya Bang Ammar ke saya, nggak nyaman. Tidurnya itu harus ditekuk kakinya. Terus selnya tertutup nggak kena sinar matahari. Keluar itu cuma dikasih waktu 10 menit," kata Aditya.
"Dan di situ dia keluar bolehnya satu kali seminggu atau dua kali seminggu. Jadi kesehatannya juga dipikirin kan. Ngebayangin di sana saja sudah ngeri gitu kan. Jadi yang aku takutin mental dan kesehatannya Bang Ammar di sana," lanjutnya.
Saat ditanya soal kemungkinan menjenguk Ammar ke Nusakambangan, Aditya berharap mendapat kemudahan akses. Ia ingin mengetahui kondisi kakaknya secara langsung.
"Ya mudah-mudahan kalau memang bisa diizinkan ke sana, aku kan harus tahu juga bagaimana kondisi abang aku di sana kan. Mungkin ada petugas yang di sana bisa menghubungi aku, atau teman-teman di kementerian, teman-teman semua di pemerintahanlah dengar ini mungkin bisa dipermudah untuk akses ke situnya sih," ujarnya.
Aditya pun mengaku ingin segera bertemu dengan Ammar jika nantinya sudah mendapat izin.
"Mau dong, mau banget. Tapi kan kita harus menunggu dulu pesannya gimana, bisa apa tidaknya kan. Ya mudah-mudahan kita lagi berusaha juga. Aku juga lagi berusaha bukannya diam saja di sini, tetap berusaha untuk paling tidak kita bisa tahu kondisi Bang Ammar di sana gimana," pungkasnya.
(fbr/mau)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·