Jadi intinya...
- Ammar Zoni kembali ke Nusakambangan, divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar.
- Adik Ammar, Aditya, ungkap kakaknya tertekan akibat fasilitas terbatas dan minim udara luar.
- Keluarga berharap asesmen medis Ammar segera diproses, meyakini ia hanya pemakai.
Liputan6.com, Jakarta - Ammar Zoni resmi dikembalikan ke Lapas Nusakambangan, usai menyelesaikan proses sidang atas kasus peredaran narkotika di penjara. Terkait kasus tersebut. Ammar divonis 7 tahun dan denda Rp 1 Miliar. Adik Ammar Zoni, Aditya Zoni, mengungkapkan bahwa Ammar Zoni mengalami tekanan batin yang cukup berat akibat fasilitas yang sangat terbatas.
Ia membagikan cerita memilukan saat berkesempatan bertemu dengan sang kakak baru-baru ini.
"Dia cerita semuanya tentang bagaimana di sana. Tidurnya nggak nyaman, kakinya ditekuk. Dia bilang, ‘Bisa lumpuh gue lama-lama di sini’,” kata Aditya Zoni saat ditemui di daerah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Selama berada di lapas dengan pengamanan super ketat itu, Ammar juga mengeluhkan minimnya waktu untuk menghirup udara luar. Ammar merasa tertekan karena jarang mendapatkan kesempatan melihat cahaya matahari secara langsung.
"Keluar untuk lihat matahari saja cuma dua kali dalam satu minggu. Jadi dia merasa sangat tersiksa di situ dan trauma untuk kembali ke sana," ungkap Aditya.
Aditya Yakin Ammar Zoni Hanya Pemakai
Aditya melihat adanya ketakutan luar biasa dari sang kakak saat menceritakan pengalaman pahitnya di Nusakambangan. Aditya kemudian menegaskan posisi kakaknya yang sebenarnya dalam kasus hukum yang menjeratnya.
“Dia hanya pemakai, bukan pengedar. Saya lihat dari matanya, dia benar-benar takut dipindahkan lagi ke NK," ujar Aditya.
Harapan Keluarga: Asesmen Ammar Zoni
Meski kondisi terlihat sangat berat, pihak keluarga optimistis dan terus mengupayakan langkah hukum terbaik demi kesembuhan Ammar. Aditya berharap pihak berwenang segera memproses penilaian medis atau asesmen yang sedang mereka ajukan.
“Saya yakin Bang Ammar ini cuma pemakai, bukan pengedar. Itu yang sekarang terus kami upayakan. Mudah-mudahan asesmen cepat turun,” tutur Aditya.
Aditya Zoni Sebut Sang Kakak Benar-Benar Takut
Suasana pertemuan antara kakak beradik ini berubah menjadi sangat emosional ketika Ammar tak kuasa menahan air mata. Aditya menceritakan momen haru saat kakaknya menangis meratapi nasibnya di balik jeruji besi.
“Iya (nangis waktu cerita tentang Nusakambangan). Saya tahu kapan abang saya bohong, akting, atau benar-benar takut. Dan saya lihat dari matanya, dia benar-benar takut ke NK," pungkas Aditya Zoni.
Saksikan Kisah Nyata Spesial di Indosiar, Kamis 14 Mei Pukul 15.30 WIB
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·