Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) mendorong penguatan peran dosen sebagai otoritas akademik melalui pengembangan riset orisinal yang berdampak, seiring meningkatnya tantangan di dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan berbasis data.
"Dosen hari ini harus naik kelas, tidak hanya sebagai 'tukang ngajar', tetapi menjadi rujukan keilmuan yang diakui melalui riset yang kredibel dan berdampak," kata Ketua Umum ADPIKI Heri Budianto dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan hal itu dalam kegiatan siniar Forum Masterclass ADPIKI yang bertema "Makna Strategis ADPIKI: Refleksi Menjembatani Ilmu, Profesi, dan Masa Depan".
Ia mengatakan dosen tidak lagi cukup hanya berperan sebagai pengajar, tetapi harus mampu membangun otoritas keilmuan melalui kontribusi nyata dalam penelitian.
Ia menjelaskan penguatan budaya riset menjadi kunci dalam menjawab tantangan mahasiswa yang semakin kritis serta kemudahan akses informasi di era digital.
Baca juga: Kemendiktisaintek upayakan permudah diaspora doktor jadi dosen
Menurut dia, otoritas akademik tidak lagi ditentukan oleh gelar atau jabatan, melainkan rekam jejak kontribusi ilmiah yang dapat diverifikasi dan dimanfaatkan oleh komunitas akademik.
Guru Besar Komunikasi Pembangunan IPB University Amiruddin Saleh menekankan penelitian merupakan sumber utama legitimasi akademik yang membedakan dosen dengan sekadar penyampai materi.
Ia menyampaikan riset memungkinkan dosen menghadirkan pembelajaran berbasis data dan kasus nyata yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Riset orisinal menjadi fondasi utama dalam membangun otoritas akademik. Ketika dosen mampu menghasilkan pengetahuan baru yang dapat diuji dan digunakan, maka di situlah posisi keilmuan mereka diakui," kata dia.
Ia menambahkan integrasi antara riset dan pengajaran akan menciptakan ekosistem akademik yang lebih produktif, di mana kelas tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga laboratorium ide dan inovasi.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berbasis pengetahuan.
ADPIKI mendorong para dosen mulai dari langkah sederhana, seperti melakukan riset skala kecil, membangun kolaborasi, serta menargetkan publikasi ilmiah secara bertahap sebagai bagian dari strategi penguatan otoritas akademik secara berkelanjutan.
Baca juga: Sebanyak 18.215 riset kampus raih pendanaan total Rp1,7 triliun
Baca juga: Mendiktisaintek: Dosen muda perlu lebih terlibat di riset kelas dunia
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·