AHY Perkuat Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur Kalimantan dengan ITK

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan akademisi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta kualitas sumber daya manusia di Kalimantan pada Rabu (15/4/2026). Langkah strategis tersebut dibahas saat menerima kunjungan jajaran Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Kantor Kemenko Infra, Jakarta.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, pertemuan tersebut difokuskan pada pengembangan ITK sebagai pusat keunggulan teknologi di wilayah Kalimantan. Kerja sama ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi regional melalui riset dan inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

Rektor ITK, Prof. Dr. Agus Rubiyanto, memimpin langsung delegasi kampus tersebut dalam audiensi bersama Menko Infra. Selain membahas agenda pembangunan, pihak kampus juga mengundang AHY untuk memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-12 ITK mendatang.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, sangat dibutuhkan," kata AHY, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI. Ia menambahkan bahwa kampus berperan vital sebagai motor penggerak inovasi dalam proyek fisik nasional.

Kemenko Infra menerapkan pendekatan pentahelix yang menggabungkan peran pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, hingga komunitas. Model ini bertujuan agar setiap kebijakan pembangunan infrastruktur lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.

AHY menegaskan bahwa orientasi pembangunan saat ini tidak lagi sekadar menyelesaikan proyek fisik, melainkan mengejar dampak nyata atau outcome. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mengurangi angka kemiskinan, menekan ketimpangan, serta memperluas lapangan pekerjaan di daerah.

Posisi Kalimantan dinilai sangat strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama dengan adanya pengembangan wilayah di Kalimantan Timur. Menko Infra menyoroti tantangan dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang melimpah agar tetap berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi warga lokal.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran staf khusus dan tenaga ahli Kemenko Infra, di antaranya Agust Jovan Latuconsina, Irjen Pol Arif Rachman, dan Ahmad Khoirul Umam. Pemerintah menyatakan kesiapannya untuk terus membuka ruang diskusi teknis dengan perguruan tinggi guna memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.