Akselerasi pembangunan, Pemerintah perkuat riset berbasis kebutuhan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Salah satu langkah kunci yang dilakukan adalah penyusunan bank rumusan masalah yang dihimpun dari pemerintah daerah dan industri, sebagai acuan dalam penyusunan proposal riset di perguruan tinggi,

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong penguatan riset yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat untuk mengakselerasi pembangunan di daerah.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menjelaskan pemerintah telah menyiapkan ekosistem riset yang terintegrasi untuk memastikan relevansi dan dampak riset di daerah.

"Salah satu langkah kunci yang dilakukan adalah penyusunan bank rumusan masalah yang dihimpun dari pemerintah daerah dan industri, sebagai acuan dalam penyusunan proposal riset di perguruan tinggi," kata Fauzan.

Baca juga: Pemerintah kucurkan Rp57 miliar untuk danai 122 program riset kampus

Fauzan menyebut pendekatan ini diperkuat dengan hasil survei nasional yang menunjukkan bahwa kebutuhan riset masyarakat masih didominasi pada sektor pangan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

Ia juga memaparkan skema pendanaan riset nasional yang terbagi dalam riset prioritas untuk pemerataan kapasitas dan riset strategis untuk solusi berdampak.

Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan BRIN, kemitraan dengan industri, serta pemanfaatan portal riset nasional risbang.kemdiktisaintek.go.id yang menyediakan akses terhadap puluhan ribu data riset dan peta sebaran penelitian.

"Selain itu berbagai program seperti Mahasiswa Berdampak dan Kosabangsa, turut dihadirkan untuk memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat," ujar Fauzan.

Baca juga: Konsultasi publik Peta Jalan Riset Nasional digelar hingga 17 Mei 2026

Untuk itu ia mendorong kepada perguruan tinggi untuk lebih aktif memanfaatkan program-program tersebut guna memperluas implementasi riset dan pengabdian masyarakat, dengan dukungan pendanaan yang tersedia.

Senada dengan Fauzan, Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya membangun ekonomi berbasis inovasi di tengah tantangan global.

Ia mendorong penguatan riset dan inovasi melalui peningkatan investasi serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, termasuk percepatan adopsi teknologi di masyarakat.

Baca juga: RI buka ruang kolaborasi pendidikan global untuk perkuat kapasitas SDM

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.