Mantan penjaga gawang Arsenal dan Liverpool, Alex Manninger, meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah kendaraan yang dikemudikannya bertabrakan dengan kereta api di Salzburg, Austria, Kamis (16/4/2026) pagi. Insiden maut tersebut terjadi di perlintasan sebidang sekitar pukul 08.20 waktu setempat.
Otoritas setempat di Salzburg mengonfirmasi bahwa mobil Manninger dihantam kereta yang sedang melintas. Tim medis sempat berupaya melakukan resusitasi menggunakan defibrilator setelah mengevakuasi korban dari reruntuhan kendaraan, namun nyawa Manninger tidak tertolong menurut laporan BBC.
Kepolisian memastikan Manninger berada sendirian di dalam mobil saat kecelakaan terjadi, sementara masinis kereta dilaporkan tidak mengalami luka-luka. Kabar ini memicu duka mendalam di komunitas sepak bola Austria, tempat Manninger pernah mencatatkan 33 penampilan untuk tim nasional.
Direktur Olahraga Asosiasi Sepak Bola Austria (OeFB), Peter Schottel, menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian sosok yang pernah membela negaranya di Euro 2008 tersebut.
"The news of Alex Manninger's death is deeply shocking. With him, football loses a special person. In this difficult time, our sincere condolences go to his family, his friends, and all those who were close to him. Much strength for the time ahead!" bunyi pernyataan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Austria.
Schottel kemudian memberikan penghormatan lebih lanjut mengenai karakter Manninger yang dianggap sebagai representasi luar biasa bagi sepak bola Austria sepanjang kariernya.
"Alexander Manninger was an outstanding ambassador for Austrian football, both on and off the pitch. His professionalism, composure and reliability made him an integral part of his teams and the national team. His achievements deserve the utmost respect and will be unforgettable." tambah Schottel.
Di Inggris, Manninger dikenal luas atas kontribusinya bagi Arsenal antara tahun 1997 hingga 2002. Ia berperan vital dalam pencapaian gelar ganda (double winner) musim 1997-98 saat menggantikan David Seaman yang cedera dengan mencatatkan enam clean sheet berturut-turut.
Perjalanan kariernya di Italia juga meninggalkan kesan mendalam, terutama saat membela Juventus. Pihak klub Turin tersebut merilis pernyataan resmi untuk mengenang dedikasi sang mantan pemain.
"Today is a terribly sad day. He has left us not only as a great athlete, but as a man of rare values: humility, dedication, and an extraordinary professional seriousness." tulis Juventus dalam pernyataan resminya.
Sepanjang kariernya, Manninger tercatat pernah memperkuat 14 klub berbeda sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 2017. Klub terakhir yang dibelanya adalah Liverpool, di mana ia bergabung pada usia 39 tahun di bawah arahan manajer Jurgen Klopp.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·