Aliansi Asia-Pasifik tingkatkan kolaborasi penanganan penyakit langka

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kuala Lumpur (ANTARA) - Aliansi Penyakit Langka Proyek Genom Manusia II untuk Kawasan Asia-Pasifik (HGP2 RaDiAnce-APAC) diluncurkan di Malaysia pada Minggu (10/5) guna memajukan kolaborasi regional dalam penanganan penyakit langka.

Pertemuan peluncuran tersebut mempertemukan para pakar klinis, peneliti di bidang genomik, serta perwakilan dari sektor kesehatan masyarakat dan kebijakan dari 10 negara Asia-Pasifik, termasuk Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Indonesia, Nepal, China, Filipina, Kamboja, dan India.

Aliansi yang diprakarsai bersama oleh BGI Group dari China dan para mitra regional dari kawasan Asia-Pasifik tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama regional dalam diagnosis penyakit langka, penelitian genomik, pengembangan kapasitas, dan respons kesehatan masyarakat.

Selain itu, aliansi tersebut diharapkan bisa mengatasi kesenjangan yang masih ada dalam kapasitas diagnosis, akses yang tidak merata ke pengobatan presisi, serta standar dan pertukaran pengalaman yang masih terfragmentasi di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam acara tersebut, para anggota aliansi menandatangani Deklarasi Gabungan Inisiatif HGP2 RaDiAnce-APAC, yang menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk memajukan kolaborasi regional dalam penanganan penyakit langka.

Nor Fariza Binti Ngah, deputi direktur jenderal kesehatan di Kementerian Kesehatan Malaysia, mengatakan bahwa penguatan kerja sama regional terkait penyakit langka di kawasan Asia-Pasifik sangatlah penting.

Zilfalil Bin Alwi, profesor genetika medis sekaligus ahli genetika klinis dan konsultan pediatri senior di Universiti Sains Malaysia, mengatakan bahwa inklusivitas aliansi tersebut menunjukkan pentingnya inisiatif tersebut.

Hou Yong, manajer umum di BGI Genomics, yang merupakan anak perusahaan BGI Group, menuturkan bahwa HGP2 RaDiAnce-APAC akan membantu memajukan standardisasi, transformasi cerdas, dan aksesibilitas yang setara dalam diagnosis serta pengobatan penyakit langka di kawasan Asia-Pasifik.

Thong Meow Keong, profesor di Universiti Tunku Abdul Rahman sekaligus visiting consultant ahli genetika klinis di University Malaya Medical Centre, mengatakan bahwa kawasan Asia-Pasifik sedang memajukan HGP2, berfokus pada pengembangan diagnosis penyakit langka, teknologi genetika, dan kesehatan masyarakat presisi.

Dengan jutaan orang di seluruh dunia yang terdampak penyakit langka, dia berharap bahwa teknologi genetika dan kecerdasan buatan (AI) akan mendorong transformasi sistem layanan kesehatan di bidang penyakit langka.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.