"Khususnya dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks," kata Ketua Bidang Informasi DPP IKAL Lemhannas Marcellus Hakeng Jayawibawa, dikutip Rabu 20 Mei 2026.
Hakeng mengatakan, bangsa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi kebangsaan, dan mampu menjaga arah pembangunan nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita bangsa.
“Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat peran strategis alumni Lemhannas dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia,” kata Hakeng.
Lemhannas, kata Hakeng, sejak awal memang dipersiapkan sebagai lembaga strategis pencetak kader pemimpin nasional lintas sektor yang memiliki wawasan geopolitik, kebangsaan, dan ketahanan nasional.
“Lemhannas bukan hanya lembaga pendidikan biasa. Dari Lemhannas lahir cara pandang strategis yang menempatkan persatuan nasional, Wawasan Nusantara, dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama negara,” kata Hakeng.
Hakeng melihat keberadaan IKAL-Lemhannas menjadi penting karena menghimpun para alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrasi, militer, akademisi, profesional, hingga tokoh daerah yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga arah pembangunan nasional.
Ia menilai langkah Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Prof. Purnomo Yusgiantoro, yang memprioritaskan konsolidasi internal organisasi merupakan keputusan strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sebelum menjalankan berbagai program nasional.
“Organisasi sebesar IKAL-Lemhannas membutuhkan fondasi internal yang kuat agar mampu menjadi kekuatan pemikiran dan kolaborasi kebangsaan,” kata Hakeng.
Selain itu, Hakeng juga menyoroti pentingnya penguatan daerah melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan pembentukan koordinator regional di berbagai wilayah Indonesia.
"Karena itu penguatan daerah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” pungkas Hakeng.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·