Departemen Kehakiman Amerika Serikat resmi mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro atas dugaan konspirasi pembunuhan warga negara AS dalam insiden penembakan jatuh dua pesawat sipil pada tahun 1996, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (21/5/2026).
Peningkatan tekanan politik dari Washington ini mengemuka di tengah upaya Presiden AS Donald Trump mendorong perubahan rezim komunis di Kuba. Berdasarkan pengumuman resmi otoritas hukum AS pada Rabu (20/5), Raul Castro yang kini berusia 94 tahun didakwa bersama lima orang lainnya karena terlibat dalam operasi fatal terhadap pesawat milik kelompok Brothers to the Rescue yang menewaskan empat orang di dekat perairan Florida.
Hingga saat ini, Raul Castro terakhir kali terlihat di depan publik Kuba pada awal bulan ini, dan belum ada indikasi bahwa pemerintah Kuba akan mengizinkan ekstradisi dirinya ke Amerika Serikat. Langkah hukum ini diambil menyusul ketegangan geopolitik yang kembali memanas di antara kedua negara rival Perang Dingin tersebut.
Terkait kebijakan luar negerinya terhadap Kuba, sikap keras ditunjukkan oleh Washington melalui pernyataan resmi pemimpin negara tersebut.
"negara nakal yang melindungi militer asing yang bermusuhan" cetus Donald Trump, Presiden AS.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pidato resmi di hadapan taruna militer di wilayah Connecticut, di mana kepemimpinan AS menegaskan komitmen untuk menyasar kekuatan-kekuatan yang dinilai melanggar hukum di kawasan tersebut.
"Dari pantai Havana hingga tepi Terusan Panama, kita akan mengusir kekuatan-kekuatan yang melanggar hukum, kejahatan, dan campur tangan asing," kata Donald Trump, Presiden AS.
Sebelum adanya pengumuman dakwaan tersebut, pihak Havana telah memberikan respons resmi mengenai posisi keamanan negara mereka di kawasan Karibia.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan pada hari Senin lalu, bahwa pulau itu tidak menimbulkan ancaman.
Hubungan bilateral kedua negara tercatat mengalami pasang surut setelah Fidel Castro menyita aset bisnis AS usai revolusi 1959, yang memicu embargo ekonomi berkepanjangan. Walau hubungan sempat membaik pada masa pemerintahan Barack Obama, sikap Washington kini kembali mengeras di bawah kepemimpinan Trump.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·