Amerika Serikat Pertimbangkan Opsi Militer Terhadap Iran

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Amerika Serikat mulai mempertimbangkan langkah lanjutan termasuk opsi militer terhadap Iran setelah kesepakatan kedua negara menemui jalan buntu pada Selasa, 12 Mei 2026. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak dunia serta ketidakpastian keuangan global di tengah mendinginnya tensi geopolitik, sebagaimana dilansir dari Money.

Kondisi pasar saat ini juga tertuju pada rencana pertemuan delegasi Amerika Serikat dan China yang dijadwalkan pada 13 hingga 15 Mei 2026. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum pemulihan hubungan dagang dan rantai pasok global yang sempat menegang sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS.

Pihak Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pertemuan tersebut memberikan harapan baru bagi stabilitas ekonomi internasional. Delegasi AS dikabarkan akan mengikutsertakan sejumlah pimpinan perusahaan besar seperti Elon Musk dari Tesla dan Tim Cook dari Apple.

"Di tengah kesulitan itulah, kita juga menantikan pertemuan antara Amerika dan Tiongkok yang akan berlangsung 13-15 Mei 2026 yang menjadi harapan baru akan pemulihan hubungan antara Amerika dengan Tiongkok," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.

Investor kini juga mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat yang diproyeksikan naik ke rentang 3,5 persen hingga 3,8 persen. Tekanan inflasi yang persisten diperkirakan akan mendorong Federal Reserve System untuk mempertahankan kebijakan suku bunga ketat dalam jangka waktu yang lebih lama.

Di sektor domestik, pemerintah menyatakan kondisi pasar obligasi Indonesia masih dalam kategori terkendali meski terjadi gejolak global. Strategi pengelolaan pasar saat ini difokuskan pada penggunaan instrumen fiskal yang sudah tersedia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah belum berencana mengaktifkan dana stabilisasi obligasi untuk saat ini. Upaya menjaga harga surat utang negara tetap dilakukan melalui pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih.

Dalam tinjauan pasar modal, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan yang cenderung terbatas. Target resistensi indeks berada pada level 7.000 dengan titik dukungan pada posisi 6.850.

Rekomendasi Saham Perdagangan Selasa (12/5/2026)EmitenHarga Terakhir (Rp)Support (Rp)Resistance (Rp)Target (Rp)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)6.0255.7256.4006.350
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)2.5302.4802.6002.590
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)324322344340