Amerika Serikat Serang Iran Pasca&penembakan Helikopter Apache

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke sejumlah wilayah Iran pada Rabu (10/6) sebagai respons atas penembakan helikopter Apache milik mereka sehari sebelumnya, seperti dilansir dari Detikcom. Ledakan terdengar di beberapa titik di Provinsi Hormozgan, termasuk Pulau Qeshm dan area dekat Selat Hormuz, seiring padatnya jet tempur Amerika Serikat di langit Iran. Komando Pusat Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan militer tersebut diambil atas instruksi langsung dari pimpinan tertinggi demi mempertahankan diri dari agresi.

"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran, pada pukul 17.00 ET (04.00 WIB) hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin," kata Komando Pusat AS dalam sebuah postingan di X, seperti dilansir AFP.

Otoritas militer Amerika Serikat menambahkan bahwa operasi ini merupakan langkah balasan yang seimbang terhadap tindakan sepihak dari pihak Iran. "Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tambah Komando Pusat AS.

Merespons serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi langsung mengeluarkan peringatan keras agar pasukan Amerika Serikat segera angkat kaki dari kawasan tersebut. "Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman," kata Araghchi melalui akun X resminya, dilansir Aljazeera dan CNN.

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tindakan agresif yang diarahkan ke wilayah kedaulatan mereka. "Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," kata Araghchi. Pasca-pernyataan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan dengan menargetkan 21 titik pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

IRGC mengklaim telah menjatuhkan pesawat nirawak MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di Provinsi Bushehr serta mengirim serangan drone ke markas Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain pada Rabu (10/6) pukul 02.30 waktu setempat.

Serangan rudal dan drone yang diarahkan ke Bahrain dikonfirmasi oleh militer setempat, namun Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan sistem udara mereka berhasil menghancurkan seluruh proyektil tersebut. Pihak militer Bahrain mengecam tindakan Iran yang dinilai membahayakan keselamatan warga sipil dan menyatakan seluruh unit pertahanan kini berada dalam status kesiagaan tertinggi. "Komando Umum menyerukan masyarakat untuk berhati-hati terhadap benda-benda asing atau mencurigakan, yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran, dan untuk menghindari dalam mendekati atau menanganinya serta segera melaporkannya," demikian imbauan Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain.

Saat ini personel keamanan Bahrain dikerahkan untuk membersihkan puing-puing sisa intersepsi rudal demi memastikan keamanan warga.