Jakarta -
Ammar Zoni bersama terpidana lainnya dikembalikan ke Lapas Nusakambangan. Adiknya, Aditya Zoni, mengatakan kakaknya sangat ketakutan akan hal tersebut.
Ketakutannya semakin memuncak karena merasa diperlakukan layaknya bandar narkoba kelas berat. Padahal, Ammar Zoni dengan tegas mengatakan bukanlah seorang pengedar. Ia hanya pemakai narkoba.
"Dia hanya pemakai bukan pengedar, dan saya lihat matanya itu ya dia bener-bener takutlah untuk dipindahkan lagi ke NK," pungkas Aditya Zoni saat ditemui di kawasan Jakarta, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga melalui kuasa hukum lainnya, Jon Mathias, kini tengah berupaya agar status pengamanan Ammar Zoni dapat diturunkan melalui proses asesmen.
Mereka berharap Ammar Zoni bisa segera mendapatkan status pengamanan tingkat medium agar hak-haknya lebih terbuka. Selain itu, Ammar mendapatkan kelayakan fasilitas yang lebih baik demi kesehatan mentalnya.
Aditya juga mengaku kaget saat kakaknya sudah berada di Nusakambangan. Ia baru mendapatkan kabar dari petugas setelah sang kakak sudah dalam perjalanan menuju lapas yang dikenal dengan pengamanan super ketat tersebut.
"Dia cerita semuanya tentang bagaimana di sana gitu kan, dia tidurnya gak nyaman kakinya ditekuk, dia dibilang 'Bisa lumpuh gue lama-lama di sini'," kata Aditya Zoni.
Ammar Zoni juga disebut mengalami tekanan mental. Adit menceritakan kakaknya jarang diperbolehkan keluar ruangan untuk sekadar menghirup udara segar atau terpapar sinar matahari.
"Keluar untuk matahari aja cuma dua kali satu minggu. Jadi itu ya dia sangat-sangat tersiksa di situ, dia merasa trauma lah untuk ke situ," tutur Aditya Zoni.
Diketahui ini adalah kasus narkoba keempat kalinya. Kali ini, Ammar Zoni, diduga melakukan peredaran narkoba di dalam Lapas Salemba. Sebelumnya, Ammar Zoni, ditangkap karena kasus narkoba yang menjeratnya.
(wes/pus)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·