Luapan sejumlah anak sungai Bengawan Solo memicu banjir yang merendam puluhan titik di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo sejak Rabu (15/4/2026) dini hari. Bencana ini terjadi setelah hujan deras dengan durasi lebih dari 10 jam mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) sore.
Data dari Basarnas dan BPBD setempat menunjukkan sedikitnya sembilan kelurahan di Kota Solo dan 14 desa di Kabupaten Sukoharjo terdampak genangan air. Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 30 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter di pemukiman warga.
Humas Basarnas Solo, Aditya, menyatakan bahwa air mulai masuk ke rumah warga di sejumlah kelurahan seperti Pajang, Joyosuran, Tipes, hingga Panularan sekitar pukul 00.02 WIB. "Yang terdampak ada sejumlah kelurahan, ketinggian bervariasi, salah satunya ada yang setinggi panggul orang dewasa, ada yang 80-120 sentimeter," ujar Aditya pada Rabu (15/4/2026).
Sekretaris Daerah Solo, Budi Murtono, menjelaskan bahwa banjir di wilayah perkotaan dipicu oleh meluapnya Kali Jenes yang belum memiliki talud atau tanggul permanen. Pemerintah Kota Solo berencana melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk kelanjutan pembangunan infrastruktur penahan air tersebut.
Di Kabupaten Sukoharjo, banjir melanda empat kecamatan yakni Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura yang menyebabkan kemacetan parah di Jalan Ir Soekarno kawasan Solo Baru. Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengonfirmasi bahwa fasilitas pendidikan di Kecamatan Grogol dan Baki turut terendam sehingga kegiatan belajar diliburkan.
Status Sungai Bengawan Solo sempat menyentuh level Siaga Merah pada pukul 13.42 WIB dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 85,13 mdpl menurut pantauan di rumah pompa Jebres 3. Petugas jaga, Robertus Sugeng Sarwono, menyebut kenaikan status dari siaga kuning ke merah berlangsung cepat akibat kiriman air dari wilayah hulu.
Hingga Rabu siang, debit air mulai menunjukkan tren penurunan di beberapa titik meskipun petugas tetap bersiaga mengantisipasi hujan susulan. Tim relawan melaporkan penyusutan genangan mulai terasa sejak pukul 11.00 WIB, meski sejumlah warga masih bertahan di tempat pengungsian sementara.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·