Anggota DPR: Evaluasi keselamatan transportasi pascatabrakan bus ALS

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi mendorong pemangku kepentingan mengevaluasi aspek keselamatan transportasi nasional pascatabrakan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Sumatera Selatan.

"Kita tidak boleh terus menerus menjadikan kecelakaan sebagai rutinitas berita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola transportasi. Jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa rakyat,” kata Abdul, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Selaku legislator yang membidangi infrastruktur dan transportasi, Abdul mendorong pemerintah dan pihak terkait menginvestigasi penyebab kecelakaan, tidak terkecuali pada aspek kelayakan kendaraan, kondisi jalan, standar operasional perusahaan transportasi hingga jam kerja dan kondisi pengemudi.

Menurut dia, perlu penguatan pengawasan terhadap armada angkutan umum dan kendaraan logistik yang beroperasi di jalur-jalur rawan kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh lintas provinsi.

"Kecelakaan transportasi hampir selalu berulang dengan pola yang sama. Artinya, ada persoalan sistemis yang harus segera dibenahi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dan tidak dikalahkan oleh kelalaian maupun lemahnya pengawasan," ujarnya.

Abdul menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan yang terjadi. Ia menyebut kecelakaan yang merenggut nyawa belasan orang ini merupakan musibah yang sangat memprihatinkan.

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," tuturnya.

Selain itu, ia meminta seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis maksimal dan hak-hak korban, termasuk santunan dan pendampingan keluarga, dapat dipenuhi dengan cepat dan layak.

"Kita berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan serius sistem transportasi nasional agar lebih berorientasi pada keselamatan manusia," katanya.

Tabrakan maut antara bus ALS dan truk tangki terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya pada Rabu (6/5) siang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, telah mengevakuasi 16 korban tewas akibat kecelakaan itu.

​Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono mengatakan insiden tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban terdiri atas 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kenek mobil tangki.

Mugono menjelaskan ​berdasarkan data awal yang dihimpun BPBD di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB.

Peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.

​Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar. Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan, sebuah tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.

Baca juga: RS Bhayangkara Palembang terima 16 jenazah korban laka maut Muratara

Baca juga: BPBD Muratara evakuasi 16 korban tewas akibat tabrakan maut bus ALS

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.