Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mengatakan bahwa kecelakaan yang dialami bus jamaah haji saat perjalanan wisata Jabal Magnet di Arab Saudi, menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk meningkatkan pengawasan dalam agenda tambahan.
"Keselamatan jamaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan," kata Dini di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan pemerintah pada dasarnya telah memfasilitasi kegiatan ziarah sebagai bagian dari layanan jamaah, antara lain ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan kawasan Jabal Uhud.
Baca juga: Kemenhaj pastikan penanganan korban insiden bus jamaah di Madinah
Di luar itu, menurut dia, kegiatan tambahan tentu menjadi bagian dari kebutuhan jamaah, tetapi pelaksanaannya perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab oleh penyelenggara.
Dalam hal ini, dia mengatakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) perlu memastikan dan bertanggung jawab pada aspek keamanan, keselamatan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jamaah.
Atas adanya peristiwa itu, dia menyampaikan keprihatinan dan menaruh perhatian serius agar tidak ada lagi kejadian kecelakaan yang menimpa rombongan jamaah dalam kegiatan di luar rangkaian resmi penyelenggaraan haji 2026.
"Ini sebagai pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan, agar setiap kegiatan yang diikuti jamaah tetap aman dan tidak menimbulkan risiko," kata dia.
Baca juga: Pemerintah pastikan tak ada korban jiwa kecelakaan bus jamaah haji
Sebelumnya, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet.
Berdasarkan keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Terdapat 10 orang korban luka, tujuh orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan dari tim kesehatan, dan saat ini telah kembali ke Hotel Andalus Golden. Sementara tiga orang korban berasal dari Kloter SUB-2.
Setelah mendapatkan penanganan medis, dua orang diperbolehkan kembali, sedangkan satu orang jamaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.
Baca juga: Kemlu RI tangani kecelakaan lalu lintas jamaah haji Indonesia di Saudi
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·