Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H. Ganinduto mendesak Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin segera melakukan evaluasi keselamatan secara menyeluruh. Langkah ini diambil menyusul insiden kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Peristiwa tragis tersebut dilaporkan mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak legislatif menekankan perlunya perbaikan sistem agar risiko kerugian bagi masyarakat dapat ditekan sekecil mungkin melalui tindakan konkret manajemen perkeretaapian.
"Kami mendukung sepenuhnya langkah Dirut KAI Bobby Rasyidin untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan, supaya tak terjadi lagi kejadian serupa yang merugikan masyarakat," tegas Firnando, Rabu (29/4).
Firnando menambahkan bahwa aspek keselamatan merupakan hal mutlak yang tidak dapat ditawar oleh PT KAI selaku penyedia jasa transportasi publik. Audit prosedur operasional harus menyentuh seluruh lini, mulai dari kesiapan infrastruktur rel hingga kedisiplinan para petugas yang mengawasi perlintasan kereta api.
Politisi Partai Golkar tersebut menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keamanan kereta api kini sangat bergantung pada respons cepat jajaran direksi. Kehadiran Komisi VI sebagai mitra kerja diharapkan menjadi stimulus bagi manajemen KAI untuk bekerja secara lebih transparan dan terukur dalam memperbaiki tata kelola perusahaan.
"Keselamatan publik adalah prioritas utama. Langkah perbaikan ini harus segera direalisasikan demi menjamin rasa aman bagi masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai tumpuan mobilitas harian," tutup Firnando.
Insiden di Stasiun Bekasi Timur tersebut menambah daftar panjang catatan keselamatan transportasi nasional yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan BUMN terkait. Hingga saat ini, proses investigasi mendalam terhadap penyebab pasti tabrakan antara kereta jarak jauh dan kereta komuter tersebut masih terus dilakukan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·