Anggota DPR minta perketat pengawasan guna cegah kecurangan UTBK SNBT

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kecurangan dalam SNBT bukan hanya pelanggaran aturan, melainkan juga bentuk pengkhianatan terhadap nilai kejujuran dalam pendidikan. Jika dibiarkan, praktik ini akan terus berulang...

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi meminta panitia agar memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) guna mencegah terjadinya kecurangan.

“Kecurangan dalam SNBT bukan hanya pelanggaran aturan, melainkan juga bentuk pengkhianatan terhadap nilai kejujuran dalam pendidikan. Jika dibiarkan, praktik ini akan terus berulang dan merusak sistem secara keseluruhan,” ujar Hilman di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut dia sampaikan untuk merespons temuan terhadap seorang peserta UTBK SNBT di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, yang tertangkap menggunakan alat bantu dengar untuk menjawab soal pada hari pertama pelaksanaan ujian pada Selasa (21/4)

Lebih lanjut Hilman menyampaikan pengetatan pengawasan dapat dilakukan sejak awal, mulai dari proses ketika peserta memasuki lokasi ujian. Ia mengingatkan pemeriksaan wajib dilakukan secara menyeluruh dan disiplin terhadap setiap peserta.

Baca juga: Wamendikdasmen tegaskan sanksi tegas pelaku joki UTBK 2026

Penggunaan alat pendeteksi seperti metal detector, kata dia, harus dioptimalkan guna memastikan tidak ada perangkat ilegal yang digunakan selama ujian berlangsung.

Ia juga menegaskan sanksi tegas harus diterapkan tanpa kompromi bagi peserta yang terbukti melakukan kecurangan, seperti pembatalan hasil ujian, pencoretan dari seluruh jalur seleksi perguruan tinggi negeri, hingga konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, kecurangan sejak awal masuk perguruan tinggi akan membawa dampak serius dalam jangka panjang. Mahasiswa yang terbiasa curang berpotensi mengabaikan proses belajar, kehilangan integritas akademik, hingga membawa perilaku tidak jujur ke dunia kerja.

Baca juga: Sejumlah praktik curang ditemukan pada UTBK-SNBT hari pertama

“Kalau sejak awal sudah dibiasakan curang, maka ke depan akan lahir generasi yang menghalalkan segala cara. Ini berbahaya bagi kualitas lulusan, merusak kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan, dan pada akhirnya merugikan bangsa,” kata dia.

Menurutnya, ujian masuk perguruan tinggi harus menjadi momentum membangun budaya jujur dan kompetisi yang sehat. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri dan menjunjung tinggi nilai integritas.

“Keberhasilan yang diraih dengan kejujuran akan jauh lebih bermakna dan menjadi fondasi kuat untuk masa depan. Jangan gadaikan masa depan hanya karena ingin lulus dengan cara curang,” ucapnya.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.