Angkatan Udara Korea Selatan Disiplinkan Pilot Terkait Insiden Jet F&15K

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Angkatan Udara Korea Selatan secara resmi menyampaikan permohonan maaf pada Kamis, 23 April 2026, menyusul hasil investigasi auditor terkait insiden tabrakan dua jet tempur F-15K pada tahun 2021 yang dipicu oleh tindakan pilot mengambil foto selfie dan video saat terbang.

Permohonan maaf ini muncul setelah Dewan Audit dan Inspeksi menemukan bahwa manuver tidak terencana selama penerbangan formasi tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada komponen pesawat. Dilansir dari Guardian, pihak militer telah mengambil langkah tegas terhadap personel yang bertanggung jawab atas pelanggaran disiplin tersebut.

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kakhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021," kata juru bicara angkatan udara dalam konferensi pers.

Satu pilot yang terlibat dalam insiden tersebut kini telah diskors dari seluruh tugas penerbangan. Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pilot bersangkutan telah menerima tindakan disiplin yang berat dan saat ini sudah tidak lagi menjadi bagian dari kedinasan militer.

Jet F-15K Slam Eagle merupakan pesawat tempur multiperan buatan Boeing yang menjadi kekuatan utama Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) dengan kemampuan serangan presisi jarak jauh. Berdasarkan data airforce-technology.com, pesawat ini memiliki masa pakai yang diproyeksikan tetap beroperasi hingga tahun 2040.

Pesawat ini menggunakan mesin turbofan GE F110 atau Pratt & Whitney F-100-PW-229 EEP yang mampu mendorong kecepatan maksimal hingga Mach 2,5. Dari sisi persenjataan, F-15K dapat membawa muatan lebih dari 13.000 kg, termasuk rudal AIM-9 Sidewinder, AMRAAM, hingga rudal anti-kapal AGM-84D Harpoon.

Teknologi kokpitnya mengintegrasikan sistem dari Kaiser Electronics dengan tiga layar warna panel datar dan Joint Helmet-Mounted Cueing System (JHMCS). Untuk sistem pertahanan, pesawat dilengkapi radar AESA AN/APG-63 (V)1 dan Sistem Perang Elektronik Taktis Terintegrasi (TEWS) untuk mengecoh ancaman anti-pesawat.

Estimasi biaya pengadaan satu unit F-15K Slam Eagle berada pada angka USD100 juta hingga USD110 juta atau setara Rp1,6 triliun sampai Rp1,76 triliun. Harga tersebut sangat bergantung pada konfigurasi teknis, jenis persenjataan yang disertakan, serta paket dukungan logistik menurut laporan thedefensewatch.com.