Anindya Bakrie Buka Kejurnas Akuatik 2026 di Jakarta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Anindya Bakrie resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (28/4). Ajang yang berlangsung hingga 7 Mei mendatang ini diikuti oleh perwakilan dari 24 provinsi di Indonesia.

Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, kejuaraan ini mempertandingkan empat cabang olahraga utama, yakni renang, polo air, loncat indah, dan renang artistik. Cabang renang serta polo air dijadwalkan berlangsung pada 28 April hingga 1 Mei, sementara loncat indah dan renang artistik dimulai pada 5-7 Mei.

Partisipasi peserta mencakup wilayah luas mulai dari Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DIY, Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga berbagai provinsi di Kalimantan dan Sulawesi. Anindya Bakrie menegaskan bahwa kompetisi ini tetap berjalan meski menghadapi berbagai tantangan pengembangan olahraga.

"Kejurnas ini dihadiri lebih dari 1.000 atlet, untuk renang saja ada 600 atlet. Saya melihat ini luar biasa di tengah segala macam tantangan, tapi upaya menguatkan Kejurnas dan mengembangkan olahraga akuatik tetap jalan," kata Anindya Bakrie, Ketua Umum PB AI.

Anindya menambahkan bahwa Kejurnas ini berfungsi sebagai tolok ukur atau time trial untuk memetakan kekuatan atlet Indonesia sebelum terjun ke level internasional. Hal ini krusial untuk persiapan menghadapi multievent besar seperti SEA Games dan Asian Games.

"Saya juga menyambut baik bahwa ini time trial untuk masuk peta persaingan internasional, SEA Games, maupun Asian Games. Ini menandakan akuatik ini tidak sirna walau dengan segala macam tantangan dunia," sambung Anindya Bakrie.

Eksistensi kejuaraan ini juga menjadi bentuk komitmen federasi dalam mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). PB AI berupaya memastikan setiap individu atlet memiliki kompetensi yang layak untuk meraih prestasi di kancah global.

"Ini juga sesuai dengan janji kami, bahwa sebagai salah satu olahraga nasional dan masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), kami justru memastikan individunya mendapatkan medali di event internasional," lanjut Anindya Bakrie.

Selain pembinaan jangka panjang, ajang ini merupakan bagian integral dari persiapan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menuju Asian Games yang akan digelar pada September mendatang. Federasi memfokuskan pencarian atlet-atlet potensial melalui catatan waktu di kompetisi ini.

"Jadi ini bagian dari menciptakan kompetisi dan time trial, jadi kami bisa melihat mana yang bisa kami dorong untuk memperkuat di Asian Games," papar Anindya Bakrie.

Pihak federasi juga memanfaatkan momentum ini untuk memperbarui basis data atlet nasional. Wakil Ketua Umum AI Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science, Wisnu Wardhana, menyebutkan adanya mekanisme promosi dan degradasi bagi atlet pelatnas.

Wisnu menjelaskan bahwa kejurnas ini menjadi ajang seleksi untuk tim yang akan dikirim ke SEA Age Group Championships di Malaysia pada November serta Kejuaraan Kelompok Umur Asia. Persiapan ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet saat ini.

"Ajang ini juga momentum yang bagus untuk kita melakukan evaluasi persiapan pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 dan pembentukan tim bayangan pelatnas SEA Games 2027," jelas Wisnu Wardhana, Wakil Ketua Umum AI.