Indonesia Tersingkir dari Piala Thomas 2026 Usai Takluk dari Prancis

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kegagalan menembus fase gugur dialami tim putra Indonesia untuk pertama kali dalam sejarah setelah menelan kekalahan 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D Piala Thomas 2026 di Forum Horsens, Denmark, Rabu waktu setempat. Catatan kelam ini menghentikan tradisi dominasi Indonesia yang telah mengoleksi 14 gelar juara sejak debut pada 1958.

Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga klasemen akhir Grup D, meskipun mengantongi jumlah kemenangan yang sama dengan Thailand dan Prancis. Thailand melaju ke babak selanjutnya sebagai juara grup, sedangkan Prancis mengamankan posisi runner-up untuk lolos ke fase gugur.

Penentuan klasemen akhir didasarkan pada perhitungan selisih kemenangan setelah tiga tim tersebut memiliki poin yang setara. Berdasarkan data pertandingan, Thailand melaju berkat kemenangan 4-1 atas Prancis dan menyapu bersih laga kontra Aljazair dengan skor 5-0.

Dalam pertandingan melawan Prancis, skuat Merah Putih kehilangan poin pada empat partai pertama. Tunggal putra Jonatan Christie gagal membuka angka setelah kalah 19-21 dan 14-21 dari Christo Popov, yang kemudian diikuti kekalahan Alwi Farhan dari Alex Lanier dengan skor 16-21 serta 19-21.

Harapan Indonesia sempat terjaga melalui perlawanan ketat Anthony Sinisuka Ginting, namun ia akhirnya menyerah 22-20, 15-21, 20-22 dari Toma Junior Popov. Kekalahan pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dengan skor kembar 19-21 atas Eloi Adam/Leo Rossi memastikan Indonesia tersingkir lebih awal.

Poin hiburan bagi Indonesia baru diraih pada partai terakhir melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan tersebut menumbangkan duet Christo Popov/Toma Junior Popov dalam laga tiga gim yang berakhir dengan skor 21-18, 19-21, dan 21-11.

"Dari segi fisikal semuanya baik tapi mungkin memang sedikit terhambat di bagian lowernya. Tapi saya sudah melakukan yang terbaik, untuk recovery juga sangat baik," kata Jonatan Christie, pemain tunggal putra Indonesia dilansir dari Antara melalui keterangan resmi PP PBSI.

Kekalahan ini menjadi prestasi terburuk Indonesia sepanjang sejarah partisipasi di Piala Thomas, melampaui catatan tahun 2012 yang saat itu terhenti di babak perempat final. Tim pelatih dan manajemen kini menghadapi tuntutan evaluasi total terhadap performa sektor tunggal dan ganda putra nasional.