Pelatih Paris FC Antoine Kombouare melontarkan kritik pedas terhadap Juventus dan AC Milan terkait minimnya kontribusi pemain lokal dalam susunan pemain utama mereka. Kebijakan tersebut dinilai menjadi faktor utama kegagalan tim nasional Italia menembus putaran final Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir.
Kritik ini muncul setelah Paris FC membungkam Metz dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Prancis pada akhir pekan lalu. Pada pertandingan tersebut, Kombouare justru mengandalkan tiga penggawa asal Italia, yakni Diego Coppola, Ciro Immobile, dan Luca Koleosho sebagai starter, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Performa ketiga pemain tersebut sangat krusial karena Coppola dan Immobile masing-masing mencatatkan satu assist, sementara Koleosho telah mengoleksi dua gol dalam 14 laga. Ironisnya, para pemain muda seperti Coppola dan Koleosho harus berkarier di luar negeri untuk mendapatkan menit bermain reguler.
Fenomena klub raksasa Italia yang enggan memberikan panggung bagi bakat muda menjadi sorotan utama sang pelatih. Kombouare menekankan bahwa situasi di timnya saat ini berbanding terbalik dengan kondisi di klub-klub besar Serie A tersebut.
"Hari ini, lebih banyak orang Italia bermain di Paris FC ketimbang di Juventus atau AC Milan. Itu sebabnya mereka tidak lolos ke Piala Dunia," ujar Kombouare, dikutip Football Italia dari GFNF.
Data dalam tiga pertandingan terakhir menunjukkan Juventus hanya memasang Manuel Locatelli dan Andrea Cambiaso sebagai starter tetap asal Italia saat melawan Genoa, Atalanta, dan Bologna. Posisi penjaga gawang diisi Michele Di Gregorio dalam dua laga, sedangkan Mattia Perin hanya tampil sekali sebagai starter.
Situasi serupa terjadi di AC Milan yang hanya mengandalkan Davide Bartesaghi sebagai pemain lokal yang selalu menjadi starter dalam tiga laga terakhir. Nama lain seperti Samuele Ricci dan Matteo Gabbia hanya mendapatkan kesempatan tampil sejak menit awal pada pertandingan tertentu saja.
Catatan sejarah mencatat Italia terakhir kali berpartisipasi di Piala Dunia pada 2014 dan sudah tidak merasakan fase gugur sejak edisi 2006. Meskipun sempat menjuarai Piala Eropa 2020, Gli Azzurri terus menelan kekalahan pada babak playoff dalam tiga kualifikasi Piala Dunia terakhir.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·