Legenda Belanda Minta Timnas Italia Kembali ke Gaya Main Catenaccio

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Timnas Italia kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan kegagalan menyakitkan untuk melaju ke putaran final Piala Dunia sebanyak tiga kali berturut-turut.

Dilansir dari Detik Sport, kegagalan terbaru Gli Azzurri terjadi saat mereka dipastikan absen dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan dari Bosnia & Herzegovina di fase playoff.

Pertandingan krusial tersebut berakhir imbang hingga babak tambahan waktu, namun Italia akhirnya harus menyerah melalui drama adu penalti yang memenangkan pihak lawan.

Krisis yang dialami oleh peraih empat gelar juara dunia ini memicu kritik keras terhadap sistem pembinaan sepak bola di Negeri Pizza tersebut.

Merespons situasi ini, legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit, memberikan saran agar Italia kembali memeluk filosofi dasar sepak bola mereka yang melegenda.

Gullit menilai kunci kebangkitan Italia terletak pada gaya permainan pertahanan grendel yang sangat disiplin atau yang populer dengan istilah Catenaccio.

"Anda harus kembali ke DNA Italia, yaitu bek-bek yang hebat, kiper-kiper yang tangguh, dan penyerang-penyerang yang tajam," kata Gullit seperti dikabarkan oleh Football Italia.

Pria yang pernah berjaya di Liga Italia tersebut menegaskan bahwa kesuksesan masa lalu Italia selalu bertumpu pada lini belakang yang sangat kokoh.

"Trofi terakhir yang dimenangkan Italia sebagian besar berkat jasa Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Itulah DNA kalian, bek-bek terbaik," kata dia menambahkan.

Pencapaian tertinggi Italia dalam beberapa tahun terakhir memang terjadi saat mereka menjuarai Euro 2020 setelah menumbangkan Inggris pada laga final.

Pada turnamen tersebut, skuad Italia diperkuat oleh pilar-pilar tangguh seperti Giorgio Chiellini, Jorginho, hingga penyerang Lorenzo Insigne.

Dari generasi juara tersebut, saat ini hanya tersisa segelintir pemain lama yang masih bertahan di dalam tim, salah satunya adalah penjaga gawang Gianluigi Donnarumma.