Anwar Ibrahim Tekan Penyelesaian Isu Lokal dan Amankan Stok BBM

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menginstruksikan percepatan penyelesaian isu lokal kritis di Seberang Perai Tengah serta menegaskan ketahanan stok bahan bakar nasional pada Sabtu, 25 April 2026. Fokus utama diarahkan pada sektor pertanian, drainase, mitigasi banjir, pendidikan, dan kesehatan.

Anwar menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah federal dan negara bagian agar setiap keputusan segera diimplementasikan di lapangan. Ia menetapkan tenggat waktu dua minggu bagi semua pihak untuk melaporkan kemajuan dan tindakan lanjutan dari hasil rapat pembangunan tersebut.

"Hence, coordination between the federal government and the state government must be strengthened so that every decision is translated into concrete action," ujar Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Pemimpin Malaysia tersebut menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan terletak pada pengumuman kebijakan, melainkan perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat luas tanpa adanya penundaan yang merugikan.

"Therefore, I have set a two-week deadline for all parties to report progress and follow-up actions on every agreed decision, because ultimately the real measure is not what we announce, but what truly changes on the ground. The people deserve to see that change - not later, but now," kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Dalam sektor pendidikan, Anwar meminta tim pembangunan distrik memprioritaskan pembangunan 30 ruang kelas baru di 10 sekolah. Hal ini bertujuan agar proses penerimaan siswa baru tahun depan dapat berjalan lancar tanpa hambatan infrastruktur.

"I told the District Officer and his team to give full priority to the development of 30 new classrooms in 10 schools in the district and to ensure swift implementation without delay so that the intake of Year 1 students next year proceeds smoothly," ucap Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Terkait kesejahteraan sosial, ia mengingatkan agar laporan nihil kemiskinan ekstrem harus divalidasi langsung di lapangan. Upaya ini melibatkan pemimpin lokal guna memastikan tidak ada satu pun keluarga yang terlewat dari bantuan pemerintah.

"Reports of zero hardcore poverty must continue to be verified on the ground with local leaders so that no family is left behind. Likewise, the reduction in crime rates must be ensured to stem from effective enforcement," tutur Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Beralih ke isu energi, Anwar mengklaim Malaysia sebagai satu-satunya negara ASEAN yang belum menerapkan penjatahan bahan bakar meski terjadi krisis pasokan global. Ia menyoroti harga bensin RON95 yang tetap rendah berkat subsidi besar dari pemerintah.

"Berapa harga RON95 di negara-negara tetangga? Beberapa telah mencapai RM10,50 per liter, yang lain RM4, dan RM6. Dan kita? RM1,99," ungkap Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Pemerintah Malaysia mengalokasikan subsidi miliaran ringgit setiap bulan untuk menjaga harga tetap terjangkau. Anwar menyebutkan akses tangker melalui Selat Hormuz menjadi faktor kunci ketersediaan stok diesel dan bensin di dalam negeri.

"Negara mana lagi yang diizinkan mengirim tanker minyak melalui Selat Hormuz? Namun ada pemimpin politik oposisi yang mengklaim kita tidak melewati Selat Hormuz. Ini menunjukkan kurangnya kerendahan hati dalam mencari fakta," jelas Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Untuk mencegah kerugian negara akibat penyelundupan BBM murah, pemerintah memutuskan meningkatkan jumlah personel kepolisian dan petugas penegak hukum di perbatasan. Hal ini dilakukan karena maraknya kasus penyelundupan yang menguras devisa negara.

"Bahan bakar kita terlalu murah dan penyelundupan terlalu merajalela," kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Anwar menambahkan bahwa ketatnya pengawasan di perbatasan sangat mendesak karena miliaran ringgit hilang akibat aktivitas ilegal tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya melindungi sumber daya yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat Malaysia.

"Ketika penyelundupan terjadi, itu berarti uang negara mengalir keluar. Jadi kita harus memperketat kontrol karena miliaran ringgit hilang," ujar Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.

Krisis energi global bahkan membuat Australia meminta bantuan pasokan diesel dari Malaysia melalui Perdana Menteri Anthony Albanese. Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa Malaysia saat ini tidak memiliki kelebihan stok untuk diekspor secara masif.

"Dia [Albanese] bertanya apakah Malaysia dapat memasok diesel. Saya mengatakan kita tidak memiliki surplus diesel, tetapi jika ada kelebihan, kita dapat mengekspornya," pungkas Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.