Aplikator Perkuat Perlindungan Driver Pasca&Pengeroyokan di Labuan Bajo

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Sejumlah perusahaan aplikasi transportasi daring memperkuat sistem perlindungan mitra pengemudi menyusul insiden pengeroyokan terhadap driver ojek online (ojol) di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, pada Senin (13/4/2026). Langkah ini diambil guna menjamin keamanan operasional di tengah konflik akses wilayah penjemputan.

Insiden kekerasan tersebut menimpa seorang pengemudi bernama Donatus Darso saat hendak menjemput wisatawan mancanegara. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Money, korban diduga dikeroyok oleh sekitar tujuh hingga sembilan orang yang merupakan oknum sopir di kawasan bandara tersebut.

"Saya dipukul dan saya ditendang, jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat. Saya bangun dari aspal itu naik motor lagi dia pukul lagi saya," kata Donatus Darso, Driver Ojol, saat melaporkan kejadian di Polres Manggarai Barat.

Menanggapi kejadian ini, inDrive menyatakan telah menyiapkan prosedur ketat untuk menangani laporan kekerasan di lapangan. Tim Customer Support akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap setiap aduan yang masuk dari mitra pengemudi terkait perlakuan tidak menyenangkan.

Communication Manager inDrive, Wahyu Ramadhan, menegaskan bahwa perusahaan dapat memberikan sanksi berat jika pelanggaran terbukti dilakukan oleh pengguna layanan. "Jika perlakuan tersebut datang dari penumpang dan terbukti melanggar aturan kami, maka akun penumpang tersebut dapat ditangguhkan sementara hingga pemblokiran permanen," ujar Wahyu.

Sementara itu, Maxim Indonesia menekankan penggunaan fitur komunikasi komunitas sebagai langkah antisipasi dini di lapangan. Fitur ini memungkinkan para pengemudi saling berbagi informasi lokasi dan memberikan peringatan jika terdapat potensi konflik atau situasi darurat di area tertentu.

Public Relations Specialist Maxim Indonesia, Nurahmi Tri Wulan, menjelaskan bahwa grup komunikasi berbasis WhatsApp menjadi solusi praktis bagi mitra untuk saling memantau kondisi terkini. Selain itu, Maxim juga menyediakan jaminan sosial melalui Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI) serta mendorong keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Pihak Maxim juga mengidentifikasi bahwa kendala akses masuk ke area terminal bandara sering menjadi pemicu gesekan antara ojek daring dan pengelola transportasi lokal. Adanya regulasi internal pengelola bandara yang membatasi akses ojol dinilai perlu dievaluasi untuk meminimalkan kesalahpahaman di lapangan.

Keterbukaan akses di titik-titik transportasi publik dianggap dapat menekan potensi konflik sekaligus mengurangi waktu tunggu penumpang. Saat ini, kasus pengeroyokan di Labuan Bajo tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut.