JD Vance Pimpin Delegasi AS untuk Perundingan dengan Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dipastikan memimpin delegasi menuju Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Iran guna mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kepastian dari Gedung Putih ini muncul pada Senin (20/4/2026) menyusul pernyataan Presiden Donald Trump sebelumnya yang menyebut Vance tidak akan berangkat.

Pengiriman negosiator ini dilakukan seiring dengan berakhirnya masa gencatan senjata antara kedua negara. Dilansir dari Detikcom, Presiden Donald Trump menjelaskan bahwa awalnya ia berencana mengganti Vance karena adanya faktor risiko keselamatan dalam perjalanan diplomatik tersebut.

"Itu hanya karena masalah keamanan," kata Trump kepada ABC News.

Trump memberikan apresiasi terhadap kinerja wakilnya tersebut meskipun Vance gagal membuahkan hasil kesepakatan pada putaran pembicaraan sebelumnya dengan Teheran di Islamabad.

"JD hebat." ujar Trump.

Pernyataan tersebut segera diklarifikasi oleh pihak Gedung Putih yang menegaskan kehadiran tim inti diplomatik. Seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa Vance akan didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dalam pertemuan mendatang.

Sebelumnya, Trump menunjukkan sikap keras dengan menuduh Iran melakukan pelanggaran gencatan senjata di kawasan Selat Hormuz. Ia memperingatkan akan adanya tindakan penghancuran infrastruktur energi jika kesepakatan tidak segera dicapai melalui platform media sosialnya.

"Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap jembatan, di Iran. Tidak ada lagi pria baik!" tulis Trump di platform Truth Social.

Ia menegaskan bahwa tawaran yang diberikan kepada Teheran merupakan kesepakatan yang masuk akal. Trump juga menyatakan kesiapannya untuk mengambil tindakan militer yang lebih keras dibandingkan para pemimpin Amerika Serikat terdahulu.

"Mereka akan turun dengan cepat, mereka akan turun dengan mudah dan, jika mereka tidak menerima kesepakatan itu, akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yang seharusnya telah dilakukan terhadap Iran, oleh Presiden-Presiden lain, selama 47 tahun terakhir," tulis Trump lebih lanjut.

Di sisi lain, optimisme muncul dari perwakilan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz. Ia memberikan pandangannya mengenai peluang keberhasilan proses diplomasi yang akan berlangsung kembali di Pakistan tersebut.

"sangat penting" kata Waltz kepada ABC News terkait keyakinannya terhadap hasil putaran pembicaraan baru ini.

Kondisi di lapangan masih tegang dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menghambat jalur pelayaran strategis sejak Minggu (12/4). Berbagai laporan intelijen keamanan maritim juga menyebutkan adanya insiden penembakan kapal tanker dan ancaman terhadap kapal pesiar oleh pasukan Garda Revolusi Iran. Masa gencatan senjata resmi antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).