ARTICLE AD BOX
Apple dilaporkan menyiapkan bonus bernilai sangat besar untuk para engineer yang terlibat dalam proyek iPhone. Langkah ini bertujuan menahan eksodus talenta kunci ke perusahaan teknologi pesaing, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI) yang sedang berkembang pesat.
Bonus tersebut diberikan di luar siklus rutin perusahaan, menjadikannya insentif tambahan yang signifikan. Jumlahnya diperkirakan mencapai 200.000 dollar AS hingga 400.000 dollar AS, atau setara dengan Rp3,3 miliar hingga Rp6,7 miliar untuk keseluruhan periode, demikian dilansir dari Tekno.
Pembayaran bonus tidak dilakukan secara tunai sekaligus, melainkan dalam bentuk saham perusahaan yang akan dicairkan secara bertahap selama empat tahun. Skema ini mengharuskan karyawan untuk tetap bertahan di Apple agar dapat menerima nilai bonus secara penuh. Jika mereka meninggalkan perusahaan lebih cepat, sebagian dari bonus tersebut berpotensi hangus.
Kebijakan ini merupakan respons atas persaingan ketat dalam merekrut talenta, khususnya dari perusahaan AI yang agresif seperti OpenAI dan Meta. Banyak perusahaan pesaing bahkan disebut menawarkan paket kompensasi yang jauh lebih tinggi.
Kekhawatiran Apple mengenai perpindahan karyawan bukan tanpa dasar. Beberapa tahun terakhir, sejumlah karyawannya dilaporkan telah beralih ke perusahaan lain, terutama yang berfokus pada AI.
Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Tang Tan, mantan Wakil Presiden desain produk Apple, yang kini menjabat sebagai kepala hardware di OpenAI. Ada juga Abidur Chowdhury, desainer industri di balik iPhone Air, yang disebut-sebut bergabung dengan startup AI bernama Hawk AI.
Menurut jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, OpenAI bahkan telah merekrut lebih dari 40 mantan karyawan Apple untuk memperkuat tim perangkat kerasnya. Gelombang perpindahan karyawan ini telah terlihat sepanjang tahun 2025, dengan puluhan engineer dan desainer Apple meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan OpenAI maupun Meta.
Tidak hanya ke OpenAI, sejumlah talenta Apple juga diberitakan berlabuh ke Meta. Mereka termasuk mantan petinggi desain, peneliti AI, hingga individu yang sebelumnya memimpin pengembangan model dan riset teknologi di Apple.
Kondisi ini menunjukkan intensitas persaingan perebutan talenta di industri AI dan hardware semakin sengit. Meski perpindahan karyawan adalah hal yang umum di Silicon Valley, Apple berupaya menekan risiko kehilangan lebih banyak talenta pentingnya.
Namun, strategi bonus besar ini belum tentu sepenuhnya efektif. Perusahaan pesaing masih berpotensi menawarkan kompensasi yang lebih menarik. Apple sendiri pernah menerapkan langkah serupa pada tahun 2021 dengan memberikan bonus sekitar 180.000 dollar AS, namun upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil menahan eksodus karyawan.
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·