ARTICLE AD BOX
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan menjadi perhatian publik usai pernyataannya siap mencium lutut mantan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) jika mampu membangun jalan di Kalbar hanya dengan modal APBD Rp 6 triliun. Pernyataan ini muncul menanggapi keluhan warga di Sintang yang membandingkan kondisi jalan provinsi tersebut dengan Jawa Barat, seperti dilansir dari Detik Oto pada Kamis (9/4/2026).
Krisantus menyampaikan hal tersebut saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang. Ia mengaku kesal dengan perbandingan kondisi jalan yang tidak adil, mengingat perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran antara kedua provinsi.
Menurut catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Krisantus Kurniawan memiliki total kekayaan sebesar Rp 3.863.000.000. Harta ini dilaporkan pada 30 Maret 2025 dengan status sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat.
Dari total kekayaan itu, sekitar Rp 1.200.000.000 merupakan nilai tanah dan bangunan. Sementara itu, kas dan setara kas berjumlah Rp 1.700.000.000, sedangkan aset alat transportasi dan mesin senilai Rp 963.000.000.
Koleksi kendaraan Krisantus meliputi beberapa mobil dan sepeda motor. Dia memiliki Toyota Yaris 1.5 S M/T tahun 2015 senilai Rp 85.000.000 dan Ford Ecosport 1.5L MT-Trend tahun 2014 seharga Rp 110.000.000.
Selain itu, terdapat Honda Vario tahun 2016 seharga Rp 18.000.000, Jeep Cherokee Trailhawk 2.4A tahun 2015 senilai Rp 650.000.000, serta Nissan Terrano/K3 Kingroad 2.4l tahun 2006 yang ditaksir Rp 100.000.000.
Krisantus menjelaskan bahwa perbandingan kondisi jalan Kalbar dengan Jawa Barat yang beredar di media sosial tidak proporsional. Ia menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki luas sekitar 43 ribu km persegi dengan APBD mencapai Rp 31 triliun.
Sebaliknya, Kalbar memiliki wilayah yang jauh lebih luas, sekitar 171 ribu km persegi, namun hanya didukung APBD sebesar Rp 6 triliun lebih. Perbedaan signifikan ini menjadi kendala utama dalam pembangunan infrastruktur.
"Silahkan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," terang Krisantus.
Ia menambahkan, semakin luas suatu wilayah, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur. Pernyataan ini merupakan respons terhadap video keluhan warga di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, yang viral di TikTok.
Video tersebut menyoroti kondisi jalan rusak di Kalbar dan membandingkannya dengan infrastruktur yang lebih baik di Jawa Barat. Bahkan, ada warga yang secara langsung menyebut nama Dedi Mulyadi dalam keluhannya.
"Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Sapauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat," beber Krisantus.
Meski menghadapi tantangan anggaran, pemerintah provinsi dan kabupaten tidak tinggal diam. Penanganan jalan rusak di wilayah Sintang, termasuk di Bedayan, disebut sudah mulai dilakukan.
Pemerintah kabupaten telah mengerahkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk memperbaiki ruas jalan yang menjadi sorotan publik tersebut. Penanganan ini terus berlanjut di tengah keterbatasan fiskal daerah.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·