Jakarta (ANTARA) - Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Muhdi meminta agar pemerintah memberikan perlindungan dan pemberdayaan di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi saat ini.
"Terutama terkait dorongan implementasi aturan turunan PP No 28/2024 adalah persoalan yang harus dicermati serius. Mulai dari dorongan kemasan rokok polos, standarisasi kadar nikotin dan kadar tar, pelarangan bahan tambahan, yang paling kena dampak adalah petani," ujar Muhdi di Jakarta, Jumat.
Menurut Muhdi, dorongan rancangan regulasi pembatasan kandungan tar dan nikotin yang berkiblat pada standar luar negeri dapat berdampak pada industri tembakau.
"Padahal rata-rata kandungan nikotin dan tar kita di atas 2 mg. Jika masih terus dipaksakan untuk diberlakukan, tembakau kita akan habis. Siapkah kita kehilangan komoditas yang jadi sumber penghidupan 2,5 juta petani tembakau?" kata Muhdi.
Di sisi lain, Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) juga meminta perhatian dan perlindungan pemerintah.
Pembatasan kadar nikotin dan tar, dorongan kemasan rokok polos dan pelarangan bahan tambahan dinilai bukan hanya berdampak negatif pada komoditas namun juga penghidupan petani cengkeh di seluruh Indonesia.
"Padahal cengkeh menghidupi 1,5 juta petani di seluruh Indonesia," kata Sekjen APCI I Ketut Budhyman.
Sebagai representasi hulu hingga hilir ekosistem pertembakauan, Aliansi Masyarakat Pertembakauan Indonesia (AMTI) juga menyampaikan permohonan perlindungan kepada pemerintah, baik terkait penyusunan kebijakan fiskal maupun non-fiskal.
“Jangan lupakan, peran strategis IHT yang telah menyerap 6 juta tenaga kerja. Multiplier effect IHT juga sangat besar, PDB-nya IHT sampai Rp710 triliun, dan kontribusinya bagi penerimaan negara Rp216,9 triliun. Kita harus bersinergi, bersama antara pemerintah dan stakeholder," ujar Ketua Umum AMTI Edy Sutopo.
Baca juga: Asosiasi PKL puji komitmen DKI lindungi UMKM di tengah kondisi global
Baca juga: Kemarin, aturan rokok jamaah haji hingga alternatif impor plastik
Baca juga: Hippindo ingatkan dampak Perda KTR di tengah tekanan ekonomi global
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·