Arm Holdings Prediksi Pusat Data AI Bakal Tutupi Kelesuan Smartphone

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Arm Holdings Plc memproyeksikan ekspansi pusat data kecerdasan buatan (AI) akan mengompensasi kelesuan industri smartphone yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama perusahaan. Dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis, 7 Mei 2026, perusahaan chip asal Inggris tersebut mengandalkan teknologi infrastruktur AI untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

Chief Executive Officer Arm, Rene Haas, mengonfirmasi adanya perlambatan volume unit ponsel pada kuartal lalu. Meski demikian, dampak terhadap keuangan perusahaan diklaim terbatas karena kelesuan tersebut hanya terkonsentrasi pada segmen pasar kelas bawah.

"pertumbuhan unit ponsel “berbalik menjadi negatif” pada kuartal lalu." kata Rene Haas, Chief Executive Officer Arm.

Ketergantungan Arm pada industri smartphone memang sangat tinggi, namun sektor ini tengah menghadapi tantangan produksi akibat kelangkaan chip memori. Sebagai langkah mitigasi, perusahaan mempercepat penetrasi ke pasar pusat data yang lebih stabil dan menguntungkan.

"Kami melihat percepatan peran Arm sebagai pemain signifikan di pusat data," ujar Rene Haas, Chief Executive Officer Arm.

Haas menegaskan bahwa perusahaan berupaya menangkap tingginya permintaan komputasi AI dengan mulai memasarkan chip buatan sendiri. Strategi ini menandai perubahan model bisnis Arm yang sebelumnya hanya fokus pada lisensi desain semikonduktor.

"sepanjang tahun 2027 dan 2028." kata Arm Holdings Plc.

Pernyataan perusahaan tersebut merujuk pada target pendapatan dari produk baru bernama AGI CPU yang diproyeksikan menghasilkan lebih dari US$2 miliar. Arm melaporkan telah menerima pesanan senilai US$1 miliar untuk unit pemrosesan pusat tersebut pada Maret lalu.

Berdasarkan data keuangan kuartal keempat tahun fiskal yang berakhir Maret, pendapatan Arm naik 20 persen menjadi US$1,49 miliar. Sementara itu, pendapatan dari royalti mencapai US$671 juta, sedikit di bawah estimasi analis sebesar US$693 juta.

Arm yang saat ini dimiliki mayoritas oleh SoftBank Group Corp asal Jepang, memproyeksikan pendapatan total sebesar US$1,26 miliar untuk kuartal pertama tahun fiskal yang berakhir Juni. Perusahaan juga menunjuk Haas untuk memimpin operasi internasional SoftBank guna memperkuat sinergi dalam industri pembuatan chip AI.