Arsenal Sambut Kapten Martin Odegaard Jelang Laga Manchester City

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Arsenal mendapatkan suntikan tenaga dengan kembalinya kapten Martin Odegaard ke dalam daftar susunan pemain utama untuk menghadapi Manchester City di Stadion Etihad pada Minggu, 19 April 2026 pukul 16.30 waktu setempat.

Gelandang asal Norwegia tersebut kembali memimpin rekan-rekannya setelah absen dalam dua pertandingan terakhir akibat cedera, sekaligus berupaya menjaga keunggulan poin Arsenal dalam persaingan ketat perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini.

Manajer Mikel Arteta juga memasukkan Kai Havertz sejak menit awal, menggantikan Viktor Gyokeres dan Gabriel Martinelli yang kini duduk di bangku cadangan. Dilansir dari arsenal.com, Noni Madueke juga dipastikan tampil sebagai starter di sisi sayap kanan setelah pulih dari benturan ringan.

Lini pertahanan tim tamu tetap tidak berubah dengan mengandalkan kuartet Cristhian Mosquera, William Saliba, Gabriel, dan Piero Hincapie untuk mengawal penjaga gawang David Raya. Arsenal datang ke Manchester dengan rekor belum terkalahkan dalam lima pertemuan liga terakhir melawan The Citizens.

Di kubu tuan rumah, manajer Pep Guardiola menurunkan komposisi pemain yang sama dengan tim yang mengalahkan Chelsea 3-0 pada akhir pekan lalu. Nama Rayan Cherki menjadi sorotan utama karena dianggap sebagai kunci City untuk membongkar pertahanan rapat Arsenal.

Guardiola memberikan kebebasan bermain bagi Cherki meskipun gaya individualis sang pemain sempat memicu kegelisahannya di pinggir lapangan. Mantan bek City, Gael Clichy, memprediksi Cherki memiliki potensi besar untuk mencapai statistik luar biasa di masa depan.

“Rayan adalah pemain yang sangat, sangat istimewa. Dia sedikit memiliki jiwa bebas. Saya adalah manajer yang suka mengontrol, kita tahu itu. Jadi terkadang, di pinggir lapangan, sangat, sangat sulit untuk menontonnya. Hati saya... pff.” ungkap Guardiola sebagaimana dikutip dari goal.com.

Pep menekankan bahwa ia tidak ingin membatasi kreativitas Cherki karena tindakan tersebut justru dapat merusak kualitas unik sang gelandang. Ia pun menginstruksikan pemainnya agar tetap berada di area serangan tanpa harus sering turun membantu pertahanan.

“Dia mendapat bola, dia mulai melakukan trik-trik, dan insting saya adalah berteriak, 'Rayan, tolong, mainkan yang sederhana!' Tapi jika saya bilang padanya saat melawan Chelsea, 'Hentikan ini,' saya menghancurkan sang pemain. Saya menghilangkan kualitas luar biasa yang dimilikinya. Apa yang dia lakukan melawan Arsenal, melawan Liverpool… luar biasa. Tak terbayangkan.” kata Guardiola.

Lebih lanjut, Pep meminta Cherki untuk terus mengekspresikan bakatnya di lapangan hijau terutama saat berada di dekat area Erling Haaland. Keputusan ini diambil setelah performa gemilang Cherki di Stamford Bridge yang membantu City meraih kemenangan penting.

“Jadi, saya ingin melihatnya lagi. Jika dia merasakannya, dia melakukannya. Keluarlah, ekspresikan dirimu, bersenang-senanglah, dan tunjukkan pada dunia seberapa hebat dirimu.” tegas Guardiola.

Mengenai peran taktis Cherki, Guardiola menjelaskan bahwa talenta sang pemain paling berguna ketika berada di area pertahanan lawan. Ia menjamin rekan setimnya akan memastikan suplai bola terus mengalir kepada playmaker asal Prancis tersebut.

“Orang tuanya memberinya bakat untuk bermain dekat dengan Haaland, tetapi terkadang dia bermain dekat dengan [Gianluigi] Donnarumma dan itu tidak berguna,” ujar Guardiola kepada Getty Images Sport.

Guardiola mengingatkan Cherki untuk memaksimalkan insting menyerangnya sejak babak pertama dimulai. Menurutnya, Cherki akan menjadi pemain dengan mentalitas luar biasa jika mampu menjaga konsistensi permainannya di sepertiga akhir lapangan.

“Di babak pertama, dia bermain dekat dengan saya. Bermainlah dekat dengan [Erling] Haaland, para pemain sayap, dan gelandang serang, serta manfaatkan bakat yang diberikan ibu dan ayah kepadamu. Ketika dia mulai melakukannya, he will be an amazing player with his mindset and mentality. We will bring the ball to you. No need to drop.” imbuh Guardiola.

Gael Clichy memberikan testimoni positif terhadap kemampuan teknis Cherki yang pernah ia latih di tim nasional Prancis U-21. Clichy menilai Cherki memiliki kelebihan dalam menciptakan ancaman di area sempit lapangan pertandingan.

“Jika kita bicara soal kualitas pemain, saya belum pernah melihat yang sebaik dia,” ucap Clichy dilansir dari GOAL.

Eks bek Arsenal dan City tersebut menambahkan bahwa peningkatan dalam permainan tanpa bola akan sangat krusial bagi Cherki. Jika hal itu tercapai, statistiknya diyakini bisa menyamai legenda klub di posisi tersebut.

“Itu pernyataan yang berani, tapi saya merasa jika dia bisa mengasah permainan tanpa bola hingga level tertentu, saya pikir kita bisa membicarakan pemain yang bisa mencapai angka-angka seperti Kevin De Bruyne, karena di ruang sempit dan area kunci lapangan, dia bisa menciptakan ancaman.” jelas Clichy.

Sementara itu, penyerang utama Manchester City, Erling Haaland, sempat memberikan komentar mengenai masa depannya di klub di tengah persaingan gelar. Pernyataan tersebut muncul saat City berupaya mempertahankan dominasi mereka di sepak bola Inggris.

“It’s a generation that has won many trophies, but everything comes to an end at some point,” tutur Haaland sebagaimana dilaporkan beinsports.com.

Pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian bagi Rayan Cherki yang telah mencatatkan sepuluh assist di liga musim ini. Salah satu momen ikoniknya terjadi saat kemenangan atas Sunderland pada Desember 2025 melalui teknik rabona.

Manchester City menurunkan Donnarumma di bawah mistar dengan Rodri dan Bernardo Silva di lini tengah. Sementara Arsenal mengandalkan duet Declan Rice dan Zubimendi untuk menopang pergerakan Martin Odegaard di lini serang.