Winger andalan Arsenal, Bukayo Saka, dipastikan kembali bugar sepenuhnya untuk memperkuat tim dalam laga final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain mendatang. Kehadiran pemain tim nasional Inggris ini menjadi dorongan besar bagi skuat asuhan Mikel Arteta yang sedang memburu trofi kompetisi tertinggi Eropa tersebut untuk pertama kalinya.
Arsenal mengamankan tiket final setelah menyingkirkan Atletico Madrid pada babak semifinal, di mana Saka menyumbang gol krusial pada leg kedua. Dilansir dari JustArsenal, partai puncak ini menjadi momen emosional bagi para pendukung The Gunners karena bertepatan dengan dua dekade sejak klub mencapai final tahun 2006 silam.
Mantan gelandang Arsenal, Emmanuel Petit, menilai absennya Saka dalam beberapa periode musim ini telah berdampak signifikan pada momentum tim. Berbicara kepada Metro, Petit menekankan bahwa kondisi fisik dan mental sang pemain saat ini sedang berada dalam level terbaik untuk menghadapi sisa kompetisi.
"Viktor Gyokeres was missing Bukayo Saka; he was out for months, while Martin Odegaard spent long periods on the bench. Can you imagine where Arsenal would’ve been if those players had been fit all season?" ujar Petit, mantan pemain Arsenal.
Petit menambahkan bahwa kembalinya sang winger bisa menjadi faktor penentu bagi Arsenal dalam memenangkan gelar Liga Inggris maupun Liga Champions. Ia mencatat bahwa manajer Mikel Arteta terus mengelola beban kerja Saka dengan hati-hati untuk menghindari risiko cedera lebih lanjut.
"We can see now how badly Saka was missed, his return might be what wins Arsenal the Premier League and the Champions League." kata Petit.
Ia juga menyoroti jadwal padat yang masih harus dilalui tim London Utara tersebut dalam waktu dekat.
"Without him, it could’ve been nothing. I think he’s mentally and physically fresh. He’s got some life in his legs, Arteta is managing him carefully because you cannot take any risks with him." ujar Petit.
Legenda sepak bola tersebut menutup pernyataannya dengan mengingatkan sisa pertandingan krusial yang menanti di depan mata.
"They still have four games to play, three in the Premier League and one Champions League final." kata Petit.
Senada dengan Petit, mantan pemain Manchester United, Paul Scholes, juga memberikan pandangannya melalui Football365. Scholes berpendapat bahwa periode istirahat akibat cedera justru memberikan keuntungan bagi kesegaran performa Saka di akhir musim.
"I think Saka is the biggest difference." kata Scholes.
Scholes menilai performa Saka sebelum mengalami cedera memang tampak menurun dibandingkan level standarnya.
"He’s fresh because when he was playing before his injury, he wasn’t the same person." ujar Scholes.
Kini, dengan pulihnya kondisi fisik sang pemain, Scholes meyakini Saka akan menjadi sosok pembeda bagi Arsenal.
"This injury has done him a world of good, hasn’t it? He could be the one in the last four or five games." kata Scholes.
Arsenal kini bersiap melakoni tiga pertandingan sisa di Premier League sebelum bertolak menghadapi Paris Saint-Germain dalam misi balas dendam setelah tersingkir oleh klub Prancis tersebut pada musim lalu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·