Arsenal Tumbang dari Bournemouth, Keown Soroti Kurangnya Variasi Permainan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Arsenal menelan kekalahan pahit 1-2 saat menjamu Bournemouth di Emirates Stadium pada Sabtu (11/4/2026) malam WIB, dalam lanjutan Liga Inggris. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi ambisi The Gunners di persaingan juara.

Mantan bek Arsenal, Martin Keown, menyoroti kurangnya variasi permainan tim asuhan Mikel Arteta sebagai penyebab utama kekalahan tersebut, seperti dilansir dari Detik Sport.

Meskipun mendominasi penguasaan bola, Arsenal dinilai gagal menciptakan ancaman serius ke gawang tim tamu. Sepanjang pertandingan, Arsenal hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran, jumlah yang sama dengan Bournemouth namun tim tamu lebih efektif memanfaatkan peluang.

Keown menjelaskan bahwa meskipun Arsenal mengendalikan bola, mereka tidak sepenuhnya menguasai lini tengah. Kegigihan dan kerja keras para pemain Bournemouth berhasil meredam kreativitas lini tengah Arsenal.

Mikel Arteta mencoba menghidupkan kreasi timnya dengan melakukan beberapa pergantian pemain. Ia menarik keluar Kai Havertz, Noni Madueke, Gabriel Martinelli, dan Martin Zubimendi, lalu memasukkan Eberechi Eze, Max Dowman, Leandro Trossard, serta Gabriel Jesus.

Meski intensitas tekanan meningkat setelah pergantian pemain, tim London utara itu tetap tidak mampu menemukan solusi untuk menembus pertahanan lawan. Arsenal kesulitan mengembangkan permainan mereka.

"Arsenal mengatur jalannya permainan dan situasinya tak pernah berubah. Arsenal kemudian tidak bisa mengembangkan permainan ke para pemain lini tengahnya," ungkap Keown, dikutip dari Metro.

"Bahkan ketika Dowman masuk, kami semua berteriak agar bolanya diberikan padanya, tapi mereka tak punya kontrol bola yang cukup bagus di tengah dan itu semua karena Bournemouth, serta Arsenal tak mampu menunjukkan variasi permainan."

Kekalahan ini menempatkan Arsenal pada posisi yang sulit dalam perburuan gelar Liga Inggris. Mereka perlu segera mengevaluasi strategi dan menemukan solusi untuk mengatasi masalah variasi permainan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.