Artileri Israel Serang Lebanon Selatan Pasca Kesepakatan Gencatan Senjata

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Pasukan militer Israel meluncurkan tembakan artileri ke wilayah Lebanon selatan pada Jumat (17/4/2026) tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari resmi diberlakukan. Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dilansir dari Detikcom, serangan tersebut menyasar kota Khiam dan Dibbine kurang dari satu jam pasca penerapan jeda pertempuran.

Aksi militer tersebut dilaporkan tidak hanya berupa serangan artileri, tetapi juga mencakup operasi penyapuan menggunakan senapan mesin di area terdampak. Selain eskalasi di wilayah selatan, aktivitas intensif pesawat pengintai Israel juga terpantau di atas wilayah Rashaya dan lereng barat Jabal al-Sheikh di Lembah Bekaa barat.

Situasi ketegangan juga terjadi di pinggiran selatan Beirut, yang merupakan wilayah basis Hizbullah, di mana suara tembakan dan ledakan dilaporkan terdengar saat tengah malam waktu setempat. Ribuan warga mulai bergerak kembali ke rumah mereka di tengah ketidakpastian kondisi keamanan setelah perang menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Kelompok Hizbullah sempat mengeluarkan imbauan kepada warga agar menunda kepulangan ke wilayah selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran Beirut demi keamanan bersama.

"sampai situasinya benar-benar jelas" seru Hizbullah.

Pihak medis yang terafiliasi dengan kelompok tersebut juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan status penghentian serangan secara resmi sebelum melakukan perjalanan jauh.

"sampai Anda yakin bahwa gencatan senjata telah secara resmi diumumkan dan telah berlaku" saran Komite Kesehatan Islam.

Lembaga tersebut juga menekankan pentingnya keamanan warga dengan meminta mereka untuk menunda pergerakan hingga kondisi cahaya lebih terang di pagi hari.

"menunggu sampai pagi" desak Komite Kesehatan Islam.

Komando militer setempat turut memberikan instruksi agar warga yang kembali tetap mematuhi arahan tentara Lebanon yang bersiaga di perbatasan. Warga diperingatkan untuk berhati-hati terhadap bahaya fisik yang mungkin tertinggal di lokasi bekas pertempuran.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai serangan udara baru dari militer Israel setelah jam pertama gencatan senjata berjalan. Namun, media pemerintah Lebanon menegaskan bahwa aktivitas penembakan darat tetap terjadi di beberapa titik meski kesepakatan telah diumumkan.

"meskipun telah berlalu sekitar setengah jam setelah gencatan senjata berlaku, artileri tentara Israel masih menembaki kota Khiam dan Debbine, bersamaan dengan operasi penyisiran dengan senapan mesin di daerah tersebut." kata media pemerintah Lebanon.