Arus Sungai Barito Seret Bocah 6 Tahun Sejauh 52 Kilometer, Korban Ditemukan Tiga Hari Kemudian

Sedang Trending 41 menit yang lalu

PROKALTENG.CO – Pencarian terhadap Ahmad Ansyari Amrullah (6), bocah yang tenggelam di Sungai Barito, Desa Pepas, Kabupaten Barito Utara berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (14/5/2026) setelah tiga hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (12/5/2026) siang. Korban dilaporkan terjatuh dari pelabuhan Desa Pepas ke Sungai Barito. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat tubuh korban cepat terseret dan hilang dari pandangan.

Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Barito menggunakan jalur air.

Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Antonius, mengatakan korban ditemukan cukup jauh dari lokasi awal kejadian. Pada Kamis sekitar pukul 14.40 WIB, tim menerima informasi dari warga mengenai penemuan jenazah di Desa Marawan Baru, Kabupaten Barito Selatan.

Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.40 WIB untuk melakukan evakuasi.

“Jenazah terkonfirmasi sebagai korban yang kita cari. Korban ditemukan sekitar 52 kilometer dari titik awal kejadian di Desa Pepas. Selanjutnya korban kami evakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Antonius, Jumat (15/5).

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban maka operasi SAR resmi ditutup.

Electronic money exchangers listing

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian ini,” ucapnya. (hms/jef)

PROKALTENG.CO – Pencarian terhadap Ahmad Ansyari Amrullah (6), bocah yang tenggelam di Sungai Barito, Desa Pepas, Kabupaten Barito Utara berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (14/5/2026) setelah tiga hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (12/5/2026) siang. Korban dilaporkan terjatuh dari pelabuhan Desa Pepas ke Sungai Barito. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat tubuh korban cepat terseret dan hilang dari pandangan.

Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Barito menggunakan jalur air.

Electronic money exchangers listing

Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Antonius, mengatakan korban ditemukan cukup jauh dari lokasi awal kejadian. Pada Kamis sekitar pukul 14.40 WIB, tim menerima informasi dari warga mengenai penemuan jenazah di Desa Marawan Baru, Kabupaten Barito Selatan.

Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.40 WIB untuk melakukan evakuasi.

“Jenazah terkonfirmasi sebagai korban yang kita cari. Korban ditemukan sekitar 52 kilometer dari titik awal kejadian di Desa Pepas. Selanjutnya korban kami evakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Antonius, Jumat (15/5).

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban maka operasi SAR resmi ditutup.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian ini,” ucapnya. (hms/jef)