Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat mencegat delapan kapal tanker minyak yang terhubung dengan Iran sejak dimulainya blokade laut pada Senin, 13 April 2026. Langkah militer ini dilakukan untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan internasional Iran melalui jalur laut.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (15/4), para pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut dicegat saat mencoba memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran. Pencegatan dilakukan di bawah pengawasan Komando Pusat AS (CENTCOM).
Komunikasi radio digunakan oleh pasukan AS untuk memerintahkan awak kapal agar berbalik arah. Laporan tersebut menyatakan bahwa seluruh kapal tanker mematuhi instruksi tersebut sehingga tidak diperlukan tindakan pemeriksaan fisik atau penggeledahan di atas kapal.
Dua dari delapan kapal yang dihentikan diketahui baru saja meninggalkan pelabuhan Chabahar di Teluk Oman sebelum dihadang oleh kapal perusak Amerika Serikat. Selain kapal perang, AS juga mengerahkan pesawat patroli maritim P-8 untuk memantau pergerakan di wilayah perairan tersebut.
Blokade ini sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump menyusul kegagalan perundingan damai di Pakistan pada akhir pekan lalu. Tindakan tegas ini bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran yang sangat bergantung pada jalur perdagangan laut.
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menegaskan bahwa penerapan blokade di pelabuhan-pelabuhan Iran saat ini sudah berjalan sepenuhnya. Ia mencatat bahwa sekitar 90 persen kekuatan ekonomi Iran digerakkan oleh sektor perdagangan internasional melalui laut.
"Dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diterapkan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut," kata Laksamana Brad Cooper, Kepala CENTCOM dalam unggahan di media sosial X.
Hingga saat ini, pasukan Amerika Serikat terus bersiaga di perairan sekitar Iran untuk memastikan tidak ada kapal komersial yang menembus barisan blokade tersebut. Pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait penghentian operasional delapan kapal tanker mereka.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·