AS dan Iran hampir sepakat akhiri perang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Istanbul (ANTARA) - Amerika Serikat dan Iran hampir menandatangani nota kesepahaman sepanjang satu halaman untuk mengakhiri perang serta menetapkan kerangka negosiasi nuklir yang lebih rinci.

Seperti dilaporkan Axios, mengutip sumber pada Rabu (6/5), AS berharap Iran dapat merespons dalam waktu 48 jam terhadap isu-isu utama.

Memang belum ada kesepakatan final, menurut laporan tersebut, tetapi kondisi itu adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai keduanya sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu.

Dalam draf kesepakatan tersebut, Iran diminta menangguhkan pengayaan nuklir, Amerika harus mencabut sanksi dan membebaskan dana yang dibekukan, serta keduanya harus melonggarkan pembatasan transit di jalur Selat Hormuz.

Baca juga: Bangladesh sambut tanker minyak pertama sejak konflik AS-Iran

Banyak ketentuan bergantung pada kesepakatan akhir AS dan Iran, sehingga hal itu bisa menimbulkan risiko konflik baru maupun gencatan senjata yang sudah berkepanjangan menjadi tak terselesaikan.

Laporan itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump menunda operasi baru di Selat Hormuz guna mempertahankan gencatan senjata karena ada kemajuan dalam perundingan.

Draf nota kesepahaman berisi 14 poin tersebut sedang dinegosiasikan oleh dua orang utusan Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, bersama dengan sejumlah pejabat Iran. Negosiasi itu dilakukan baik secara langsung maupun melalui mediator.

Baca juga: Iran mulai pulihkan fasilitas minyak, gas yang rusak akibat serangan

Rancangan itu juga mencakup penghentian perang dan dimulainya masa negosiasi selama 30 hari mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pencabutan sanksi.

Perundingan lanjutan mungkin akan dilakukan di Islamabad atau Jenewa. Selama periode itu, pembatasan pelayaran Iran dan blokade laut AS akan dilonggarkan secara bertahap.

Axios juga melaporkan Amerika dapat kembali memberlakukan blokade atau melanjutkan aksi militer jika perundingan gagal mencapai hasil.

Durasi moratorium pengayaan nuklir Iran masih menjadi perdebatan. Iran mengusulkan lima tahun, sementara Amerika menginginkan hingga 20 tahun, dengan perkiraan kompromi berkisar 12 hingga 15 tahun.

Sumber: Anadolu

Baca juga: AS pandang Iran ancaman terbesar dari Timur Tengah

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.