AS Prediksi China Borong Produk Pertanian Senilai Miliaran Dolar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Jamieson Greer memproyeksikan China akan berkomitmen membeli produk pertanian AS senilai miliaran dolar AS menyusul penyelesaian KTT antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing pada Jumat (15/5/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai jenis komoditas pertanian yang diharapkan dapat meredakan perselisihan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Rencana pembelian ini diproyeksikan berlangsung selama tiga tahun ke depan dengan nilai agregat yang signifikan setiap tahunnya.

"Kami juga berharap akan ada kesepakatan untuk membeli produk pertanian senilai puluhan miliar dolar selama tiga tahun ke depan, per tahun, sebagai hasil dari kunjungan ini, dan itu bersifat umum, secara agregat, bukan hanya kedelai, tetapi semua komoditas lainnya," kata Greer kepada Bloomberg Television dalam wawancara pada Jumat (15/5/2026).

Kunjungan kenegaraan ini merupakan yang pertama bagi Presiden AS ke China dalam hampir satu dekade. Pertemuan tersebut terjadi setelah adanya gencatan senjata pada Oktober lalu yang melonggarkan tarif serta pembatasan ekspor, meskipun ketegangan ekonomi masih membayangi hubungan kedua negara.

Sebagai langkah konkret, para pejabat AS mengusulkan pembentukan Dewan Perdagangan untuk mengelola hubungan komersial serta mengurangi bea masuk pada barang non-kritis. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyarankan agar masing-masing negara memangkas tarif perdagangan sekitar US$30 miliar untuk sektor yang tidak melibatkan masalah keamanan nasional.

Greer juga memberikan tanggapan terkait pernyataan keras pemimpin China mengenai isu Taiwan yang sempat mengemuka pada hari pertama KTT. Ia mengindikasikan bahwa dinamika pembicaraan secara langsung mungkin tidak setajam apa yang dilaporkan oleh media pemerintah China.

"Saya tidak mengharapkan isu Taiwan akan memengaruhi Dewan Perdagangan. Saya benar-benar tidak mengharapkannya," kata Greer dalam wawancara Bloomberg Television.

Pemerintah AS menekankan pentingnya menciptakan persaingan yang adil bagi perusahaan dan pekerja domestik di pasar global. Meskipun terdapat perbedaan tujuan utama antara kedua negara, Greer menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus pada kepentingan ekonomi nasional Amerika Serikat.

"Pihak China tahu bahwa bagi kami, kami tertarik agar perusahaan dan pekerja AS berhasil serta menciptakan persaingan yang adil," tambah Greer.

Mengenai kehadiran CEO Nvidia Corp, Jensen Huang, dalam delegasi tersebut, Greer mengklarifikasi bahwa kontrol ekspor semikonduktor bukan menjadi agenda utama dalam pertemuan bilateral resmi. Namun, para eksekutif bisnis tetap memiliki saluran untuk menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada kedua pemimpin negara.

Setelah KTT berakhir, pemerintah AS berencana melakukan evaluasi dengan menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai pengelolaan perdagangan dengan China. Fokus utamanya adalah memfasilitasi perdagangan pada sektor barang yang tidak sensitif secara keamanan.

"Dengan mengatakan, ‘Hei, kami sedang berusaha mengelola perdagangan ini dengan China. Kami ingin fokus pada barang-barang yang tidak sensitif. Kami pikir kami harus menjualnya, barang-barang yang menurut kami harus kami beli dari mereka, serta berusaha memfasilitasi perdagangan di bidang itu,’" kata Greer.

Langkah selanjutnya bagi delegasi perdagangan AS adalah melakukan negosiasi lanjutan berdasarkan masukan tersebut untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Greer optimistis bahwa perdagangan di bidang-bidang tertentu dapat terus ditingkatkan.

"Dan kemudian dari situ, kami akan dapat berinteraksi dengan rekan-rekan China kami dan bernegosiasi dengan mereka mengenai di mana kami pikir kami memiliki perdagangan yang paling saling menguntungkan bagi kedua negara," kata Greer.

Sejarah mencatat bahwa konflik perdagangan pada tahun 2025 sempat mengguncang pasar keuangan global sebelum akhirnya Trump dan Xi menyetujui gencatan senjata selama satu tahun. Dalam kesepakatan sebelumnya, Beijing telah berkomitmen membeli kedelai AS dan melonggarkan kontrol ekspor atas logam tanah jarang.