AS prediksi Selat Hormuz dibuka kembali pada akhir musim panas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Istanbul (ANTARA) - Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright pada Jumat (15/5) mengatakan bahwa Selat Hormuz diperkirakan akan dibuka kembali paling lambat sekitar musim panas ini.

Wright juga memperingatkan bahwa militer AS dapat turun tangan jika Iran terus mengganggu lalu lintas di jalur perairan strategis tersebut.

Akhir musim panas 2026 yang dimaksud ini merujuk pada akhir Agustus hingga akhir September 2026.

Dalam wawancara dengan CNBC dari sebuah terminal LNG di Cameron, Louisiana, Wright mengatakan bahwa kesepakatan diplomatik dengan Iran bisa saja muncul “dalam beberapa hari ke depan".

Perkiraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz tersebut tetap dibayangi oleh ketegangan mengenai gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan pada 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.

“Jika Iran terus menyandera ekonomi dunia, militer AS akan memaksa pembukaan Selat Hormuz, tetapi itu bukan hal yang mudah dilakukan,” kata Wright, sembari menambahkan bahwa negosiasi tetap menjadi opsi yang diutamakan.

Komentar tersebut muncul saat American Automobile Association (AAA) melaporkan harga rata-rata bensin nasional AS sebesar 4,53 dolar AS (sekitar Rp79 ribu) per galon pada Jumat.

Hal ini terjadi di tengah kembali memanasnya perdebatan politik terkait usulan Trump untuk menangguhkan pajak bensin federal.

Wright juga mengatakan ekspor LNG (gas alam cair) AS meningkat untuk membantu mengimbangi gangguan pasokan yang terkait dengan krisis Hormuz.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Uni Emirat Arab percepat jalur pipa lintasi Hormuz

Baca juga: Kapal induk Prancis bergerak ke Laut Arab dekati Selat Hormuz

Baca juga: Iran sebut AS eksploitasi dukungan untuk resolusi Selat Hormuz

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.