AS Roma menjamu Fiorentina dalam laga pekan ke-35 Serie A di Stadion Olimpico pada Senin (4/5) malam waktu setempat guna mengejar tiket Liga Champions. Skuad asuhan Gian Piero Gasperini saat ini menduduki peringkat keenam dengan koleksi 61 poin dari 35 pertandingan yang telah dilakoni.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Giallorossi untuk memangkas jarak poin dengan Juventus di papan atas klasemen. Sementara itu, Fiorentina datang ke ibu kota dengan misi memastikan keselamatan dari zona degradasi karena saat ini masih tertahan di peringkat ke-15 dengan total 37 poin.
Wasit Luca Zufferli ditunjuk memimpin pertandingan ini didampingi asisten Rossi dan Ceccon, serta Aleandro Di Paolo yang bertugas di ruang VAR. Berdasarkan catatan statistik, Zufferli telah memimpin 14 pertandingan Serie A sepanjang musim ini dengan rata-rata 2,7 kartu per pertandingan.
Data historis menunjukkan AS Roma telah mengoleksi 60 kemenangan dalam 173 pertemuan melawan Fiorentina di kompetisi kasta tertinggi Italia. Pada pertemuan pertama musim ini yang berlangsung Oktober tahun lalu, Roma berhasil mencuri kemenangan 1-2 saat bertandang ke markas Fiorentina.
| Partite dirette | 14 |
| Falli fischiati | 350 |
| Fuorigioco | 31 |
| Rigori assegnati | 8 |
| Ammonizioni | 38 |
| Espulsioni | 1 |
| Cartellini per partita | 2.7 |
| Falli per cartellino | 8.9 |
Gian Piero Gasperini menurunkan formasi 3-4-2-1 dengan mengandalkan Donyell Malen sebagai ujung tombak yang telah mengemas 11 gol musim ini. Di kubu lawan, pelatih Paolo Vanoli menerapkan formasi 4-3-3 dengan memasang David De Gea di bawah mistar gawang serta mengandalkan kreativitas Gudmundsson di lini serang.
Pertandingan ini juga menjadi momen krusial bagi tim tamu untuk mencapai batas aman 40 poin guna memastikan bertahan di Serie A musim depan. Roma sendiri memiliki catatan kandang yang cukup solid musim ini dengan raihan 36 poin dari 11 kemenangan yang diraih di hadapan pendukung sendiri.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·