AS Siap Lanjutkan Pertempuran di Kawasan Teluk Melawan Iran

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Militer Amerika Serikat menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pertempuran di kawasan Teluk guna memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Kesiapan pertahanan ini disampaikan di tengah berjalannya upaya diplomasi dan posisi AS yang diklaim semakin kuat di wilayah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (31/5/2026).

"Kami fokus pada kesiapan dan persiapan untuk kembali terlibat jika perlu," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat selama kunjungan ke Singapura, dilansir CNN Internasional pada Minggu, (31/5/2026).

Kesiapan militer ini tetap disiagakan meskipun Presiden AS Donald Trump lebih memilih jalur non-militer. Hegseth menegaskan bahwa fokus utama pemerintah Amerika Serikat terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Iran tidak pernah berubah.

"Target tersebut sama sekali tidak berubah," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Hegseth menjelaskan bahwa serangkaian pembicaraan produktif telah digelar oleh pihak Amerika Serikat mengenai situasi di kawasan tersebut.

"Saya pikir mereka tahu ke mana arahnya," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Ketegangan antara kedua belah pihak juga mencakup kendali atas jalur laut strategis di wilayah Teluk, khususnya Selat Hormuz.

"Mereka ingin mengatakan bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz, tetapi kitalah yang mengendalikannya," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Pernyataan ini mempertegas komitmen AS yang sebelumnya disampaikan Hegseth saat menghadiri Dialog Shangri-La di Singapura. Ia menyebut Donald Trump bersabar demi memastikan kesepakatan perdamaian benar-benar menjamin Iran tanpa nuklir.

"Jika Iran tidak ingin membuat kesepakatan besar yang memastikan mereka tidak mendapatkan senjata nuklir, mereka dapat berurusan dengan militer AS," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Hegseth juga memastikan bahwa kesiapan logistik dan persenjataan milik militer Amerika Serikat berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menuntaskan misi tersebut.

"Kami fokus pada kesiapan dan persiapan untuk kembali terlibat jika perlu," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Di sisi lain, laporan dari AFP mengindikasikan bahwa Gedung Putih memberi sinyal Trump akan segera memutuskan potensi kesepakatan, walaupun Teheran membantah adanya kesepakatan akhir. Sumber AS menyebut kesepakatan menanti persetujuan Trump setelah rapat Ruang Situasi Gedung Putih pada hari Jumat.

Sementara itu, kesiapsiagaan di lapangan juga ditunjukkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Melalui unggahan di media sosial X, mereka menyatakan bahwa pasukan Amerika tetap hadir dan waspada di seluruh wilayah.

Meski gencatan senjata sebagian besar bertahan sejak April, eskalasi minor masih terjadi. Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan militer mereka menembak jatuh drone milik musuh agresor Zionis-AS pada hari Sabtu.

Diplomasi paralel juga terus berjalan untuk menghentikan pertempuran di Lebanon yang disebut Iran harus menjadi bagian kesepakatan. Di saat yang sama, pasukan Israel terus maju ketika delegasi militer kedua negara bertemu di Pentagon pada hari Jumat.