ASDP Catat Laba Rp 285 Miliar pada 2025, Penyeberangan Perintis Tumbuh 11 Persen

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Kapal PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Foto: ASDP

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat laba konsolidasi Rp 285,4 miliar hingga akhir 2025, dengan pendapatan usaha sebesar Rp 4,96 triliun. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan perseroan juga memperkuat perannya sebagai penghubung wilayah nusantara, khususnya daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan).

Hingga akhir 2025, layanan penyeberangan perintis ASDP mencatat lebih dari 93 ribu trip atau tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target perusahaan. Angkutan kendaraan juga meningkat 15 persen menjadi lebih dari 556 ribu unit.

"Capaian tersebut menegaskan peran strategis ASDP bukan hanya sebagai operator transportasi, tetapi juga perekat konektivitas dan penggerak ekonomi nasional," ujar Windy dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Kinerja positif turut tercermin pada aspek layanan dan keuangan perusahaan. Tingkat kepuasan pelanggan mencapai skor 3,34 dari skala 4, didukung penguatan layanan digital, kompetensi petugas, dan operasional yang semakin andal. Pada periode Angkutan Lebaran dan Nataru, ASDP turut mendapatkan apresiasi atas pengelolaan layanan penyeberangan yang semakin baik dan terintegrasi.

“Melalui semangat ASDP Berdampak, kami ingin memastikan setiap layanan yang dihadirkan bukan hanya andal dan aman, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan masa depan Indonesia,” pungkas Windy.

video story embed

Windy menjelaskan, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 ASDP tahun ini menjadi refleksi perjalanan ASDP dalam menghadapi tantangan industri transportasi penyeberangan yang semakin dinamis. Di tengah kompleksitas operasional dan tingginya mobilitas nasional, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Sepanjang 2025, ASDP masih menghadapi sejumlah insiden pelayaran, mulai dari kecelakaan, kapal kandas, hingga tabrakan kapal. Namun demikian, perusahaan berhasil menjaga tingkat kecelakaan kapal pada angka 0,220 persen, lebih baik dibanding target perusahaan sebesar 0,230 persen, dengan total lima kecelakaan kapal sepanjang tahun.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses operasional perusahaan.

“Keselamatan tidak boleh dianggap selesai. Ini harus menjadi kesadaran kolektif dan prioritas utama dalam setiap lini pelayanan dan operasional kita. Melalui HUT ke-53 ini, kami ingin memperkuat semangat bahwa ASDP tidak hanya hadir menghubungkan antarpulau, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Heru.