IRAN mengirimkan respons atas proposal terbaru Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri perang melalui mediator Pakistan pada Ahad, 10 Mei 2026.
Kantor berita pemerintah IRNA melaporkan jawaban Iran telah disampaikan kepada pihak mediator Pakistan. “Pada tahap ini, negosiasi akan difokuskan pada penghentian perang di kawasan,” demikian laporan IRNA seperti dilansir Anadolu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
IRNA menyebut tahap awal proposal itu akan difokuskan pada penghentian permusuhan. Respons Teheran juga disebut menyoroti pentingnya menjaga keamanan maritim di kawasan Teluk dan Strait of Hormuz.
Sumber diplomatik Pakistan kepada Al Jazeera Arabic mengatakan jawaban Iran telah diteruskan kepada pihak AS.
Sebelumnya, Washington dilaporkan mengajukan proposal berisi 14 poin kepada Iran pekan ini. Dalam usulan tersebut, Iran diminta tidak mengembangkan senjata nuklir dan menghentikan seluruh pengayaan uranium selama sedikitnya 12 tahun.
Iran juga diminta menyerahkan sekitar 440 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60 persen. Sebagai imbalannya, AS disebut akan mencabut sanksi secara bertahap, membuka akses terhadap miliaran dolar aset Iran yang dibekukan, serta menghentikan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Reporter Al Jazeera di Islamabad, Kamal Hyder, mengatakan Pakistan telah mengonfirmasi penerimaan respons Iran. Ia menyebut ada dorongan kuat agar kesepakatan segera tercapai karena blokade berkepanjangan di Selat Hormuz mulai berdampak besar pada ekonomi global, termasuk Pakistan.
Menurutnya, harga bahan bakar di Pakistan melonjak tajam akibat ketegangan tersebut. Hyder menambahkan hubungan baik Pakistan dengan Iran serta kedekatannya dengan pemerintahan Presiden Donald Trump membuka peluang tercapainya terobosan diplomatik dalam beberapa hari ke depan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·