ASEAN diminta tetap gesit dan bersatu hadapi tantangan global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa P Lazaro, yang memimpin Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN 2026, menekankan perlunya ASEAN untuk tetap gesit dan bersatu mengatasi tantangan global, sembari tetap berkomitmen terhadap tujuan regional jangka panjang.

"Menghadapi ketidakpastian membutuhkan ketangkasan dalam menanggapi tantangan yang mendesak dan segera, serta komitmen teguh dalam mengejar tujuan jangka panjang kita di bawah Visi Komunitas ASEAN 2045," ujar Lazaro dalam keterangan pers ASEAN Filipina 2026, yang diakses ANTARA di Jakarta, Kamis.

Tema kepemimpinan ASEAN Filipina 2026, "Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama," kata Lazaro, mencerminkan kebutuhan kawasan untuk merespons secara efektif lingkungan global yang semakin tidak pasti.

Pernyataan itu dia sampaikan ketika negara-negara anggota ASEAN berupaya mengatasi dampak konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, yang telah mengganggu aliran energi, jalur perdagangan, rantai pasokan makanan, dan memengaruhi kesejahteraan warga negara ASEAN di kawasan tersebut.

Baca juga: RI dorong percepatan traktat persahabatan ASEAN

Menurut Lazaro, krisis tersebut telah menyoroti bagaimana perkembangan di luar Asia Tenggara dapat memiliki dampak langsung dan mendalam terhadap perekonomian ASEAN.

"Bagi ASEAN, yang mengimpor sekitar 66 persen minyak mentahnya, krisis ini berarti peningkatan signifikan dalam biaya bahan bakar dan energi, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan harga input pertanian, pangan, dan komoditas dasar," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan krisis itu juga menyebabkan gangguan di beberapa sektor termasuk transportasi dan pariwisata, dan membahayakan jutaan warga negara ASEAN di Timur Tengah.

Baca juga: Filipina dorong deklarasi ASEAN tentang kerja sama maritim

Para Menteri Luar Negeri ASEAN telah mengadakan dua pertemuan khusus untuk membahas respons terkoordinasi terhadap krisis tersebut, yang mencerminkan tekad blok itu untuk bertindak dengan segera, berkoordinasi erat, dan merespons secara kolektif.

Lazaro mengatakan pengalaman ASEAN di tengah krisis yang sedang berlangsung juga menunjukkan pentingnya memperkuat koordinasi krisis dan kesiapan kelembagaan blok regional tersebut.

Terlepas dari tantangan saat ini, ia mengatakan ASEAN tetap berkomitmen memajukan prioritas regional utama yang terkait dengan pembangunan Komunitas ASEAN, termasuk Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara; integrasi Timor-Leste pasca-penerimaan; dan upaya menegakkan Sentralitas ASEAN dalam kemitraan eksternalnya.

Selaku Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar, Lazaro juga mengatakan akan memberikan pengarahan kepada para menteri lainnya terkait perkembangan di Myanmar dan implementasi Konsensus Lima Poin.

Baca juga: Para pemimpin Asia Tenggara mulai tiba di Cebu jelang KTT ke-48 ASEAN

Baca juga: ASEAN dukung UMKM lokal tembus pasar global

Baca juga: Bahlil dampingi Prabowo bahas interkoneksi listrik di KTT ASEAN

Pewarta: Katriana
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.