Aston Villa Menjuarai Liga Europa Setelah Mengalahkan SC Freiburg

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Klub Inggris Aston Villa berhasil meraih gelar juara Liga Europa setelah mengalahkan wakil Jerman SC Freiburg dengan skor 3-0 di Stadion Besiktas pada Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.

Kemenangan telak skuad asuhan Unai Emery tersebut dipastikan melalui gol Youri Tielemans dan Emiliano Buendia di babak pertama, yang kemudian digenap oleh gol Morgan Rogers pada paruh kedua pertandingan, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi tim asal Birmingham tersebut setelah mengalami puasa gelar bergengsi di kompetisi Eropa sejak memenangi Piala Champions pada musim 1981/1982 dan Piala Super Eropa tahun 1983.

Catatan prestasi domestik mereka sebelumnya hanya mencakup trofi Piala Liga Inggris yang diraih pada musim 1993/1994 serta 1995/1996, ditambah gelar Piala Intertoto pada tahun 2001/2002.

Performa impresif di kancah kontinental ini sejalan dengan stabilitas posisi mereka di kompetisi domestik, di mana saat ini tim tersebut menduduki peringkat keempat klasemen sementara Premier League.

Manajer Aston Villa, Unai Emery, memproyeksikan pencapaian ini sebagai momentum awal bagi timnya untuk dapat bersaing secara konsisten dengan klub-klub papan atas Inggris lainnya di masa mendatang.

"Musim depan kami akan bermain di Liga Champions dan ini tantangan besar. Ada tim-tim terbaik di dunia di sana dan akan sangat menantang buat kami," kata Emery dikutip The Guardian.

Juru taktik asal Spanyol tersebut menyadari ketatnya persaingan di level domestik, terutama dalam upaya mempertahankan posisi di zona papan atas klasemen Liga Inggris.

"Premier League itu liga tersulit di dunia. Bisa bersaing untuk tujuh, lima, empat teratas itu sulit banget. Semoga kami bisa dekat dengan City dan Arsenal," ujar Emery.

Dia menambahkan bahwa target awal klub sebenarnya bukan berada di kelompok tujuh besar, mengingat dominasi yang kuat dari tim-tim mapan tradisional serta Newcastle United.

"Ini tantangan besar buat kami di Premier League. Kenapa? Di awal kami bukanlah penantang untuk tujuh teratas. Ada tujuh tim top. Tim-tim Big Six dan Newcastle adalah yang ketujuh. Kami berusaha masuk ke sana, mencoba konsisten. Kini kami mencapainya," kata Emery.